Penyerang muda Norwegia, Antonio Nusa, menjadi sorotan jelang laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Brasil, Minggu (hari pertandingan). Pemain RB Leipzig berusia 21 tahun itu tampil impresif setelah mencetak gol ke gawang Pantai Gading dan meraih penghargaan Pemain Terbaik pada laga sebelumnya.
Performa Nusa mengakhiri perjalanan turnamen rekan setimnya di RB Leipzig, Yan Diomande, yang membela Pantai Gading. Kini, ia menjadi tumpuan utama Norwegia untuk melanjutkan langkah ke perempat final.
Pertandingan ini menjadi momentum penting bagi Nusa untuk membuktikan konsistensinya di level internasional. Pemenang laga akan langsung mengamankan tiket ke babak berikutnya.
Di sisi lain, Brasil mengemban misi berat untuk memutus rekor buruk sejarah mereka melawan Norwegia. Dari empat pertemuan sebelumnya, Norwegia sukses mengemas dua kemenangan dan dua hasil imbang.
Menjelang laga krusial tersebut, Nusa membagikan kenangan masa kecilnya saat mendukung tim Samba pada Piala Dunia 2014. "Kenangan Piala Dunia pertama saya adalah Brasil 2014. Saya ingat betul kemenangan 7-1 Jerman, karena saya mendukung Brasil," ujarnya.
Penyerang muda itu mengakui bahwa gaya permainan bintang Brasil, Neymar, menjadi kiblat utamanya sejak kecil. "Saya hanya menonton Brasil dan Neymar sangat hebat... Saya sangat suka menontonnya. Sejak itu, saya menjadi penggemar gaya bermainnya. Saya ingin melakukan dribel yang sama," kata Nusa.
Nusa bahkan sempat bertanding melawan idolanya tersebut saat laga persahabatan antara RB Leipzig melawan Santos pada pramusim tahun lalu.
Artikel Terkait
FIFA Jatuhkan Sanksi Berat ke Argentina Usai Keributan di Final Piala Dunia 2026
Legenda Sepak Bola Roberto Carlos Dikabarkan Mualaf
Patrick Vieira Resmi Ditunjuk sebagai Pelatih Timnas Senegal
Teras Malioboro Bertransformasi Menjadi Ruang Aktivitas dan Titik Kumpul Wisatawan