Pemerintah Kota Meksiko mengambil langkah pengamanan ekstra menjelang laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Inggris, setelah empat suporter meninggal dunia saat merayakan kemenangan atas Ekuador beberapa hari lalu.
Wali Kota Clara Brugada mengumumkan sejumlah aturan baru, termasuk pembatasan jumlah penonton di dua titik pusat keramaian: Monumen Malaikat Kemerdekaan dan Zocalo. Di Monumen Malaikat Kemerdekaan, maksimal 25.000 orang diizinkan berkumpul. Begitu kapasitas terpenuhi, suporter akan diarahkan ke titik nonton bersama lain di sepanjang Paseo de la Reforma dan lebih dari 50 lokasi di seluruh kota.
Pengamanan diperketat dengan pengerahan 6.000 petugas di kawasan Paseo de la Reforma dua kali lipat dari perayaan sebelumnya. Selain itu, 7.500 personel dikerahkan di sekitar Stadion Azteca, dan 3.300 petugas di Zocalo. Pemerintah juga melarang penjualan minuman beralkohol di pusat kota mulai Minggu pagi hingga keesokan harinya, kecuali di restoran, hotel, dan tempat usaha tertentu. Beberapa akses Metro dan Metrobus di sekitar pusat keramaian ditutup untuk mengendalikan arus massa.
Langkah ini dipicu insiden pada 30 Juni, saat empat suporter tewas akibat sesak napas, serangan jantung, dan kondisi medis lain di tengah kerumunan perayaan kemenangan Meksiko. Kantor Kejaksaan Agung Kota Meksiko masih menyelidiki peristiwa tersebut.
Sementara itu, Timnas Inggris telah tiba di Kota Meksiko dengan pengawalan ketat. Meski sempat ada wacana memajukan jadwal pertandingan karena faktor cuaca, laga Meksiko kontra Inggris tetap berlangsung sesuai rencana.
Artikel Terkait
Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 Resmi Terbentuk, Kolombia Jadi Penutup
Kisah Haru Kiper Paraguay: Jual Perlengkapan demi Biaya Anak, Kini Jadi Pahlawan di Piala Dunia
Paraguay vs Prancis: Duel Hidup Mati di 16 Besar Piala Dunia 2026
Kemenangan Mesir atas Australia di Piala Dunia 2026 Disambut Sukacita Warga Gaza