Stadion Azteca, Kota Meksiko, kembali menjadi saksi sejarah. Timnas Meksiko memastikan tiket ke babak 32 Besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Korea Selatan 1-0, Kamis (18/6) waktu setempat. Kemenangan ini melengkapi catatan sempurna El Tri di Grup A dengan koleksi enam poin dari dua laga.
Perjalanan Sempurna di Grup A
Meksiko mengawali turnamen dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan pada laga pembuka Piala Dunia 2026, Rabu (11/6). Raúl Jiménez menjadi pahlawan dengan satu gol dan satu assist dalam pertandingan yang berlangsung di hadapan lebih dari 87.000 suporter Azteca. Afrika Selatan harus bermain dengan sembilan pemain sejak menit ke-60 setelah dua kartu merah dalam waktu lima menit.
Hasil ini menempatkan Meksiko di puncak klasemen Grup A. Kemenangan atas Afrika Selatan memberikan kepercayaan diri yang dibutuhkan skuad asuhan Javier Aguirre. Publik Meksiko yang sempat diliputi skeptisisme sebelum turnamen mulai menaruh harapan pada tim nasionalnya.
Gol Kontroversial dan Blunder Korea Selatan
Pertandingan melawan Korea Selatan berlangsung ketat sepanjang 90 menit. Meksiko mendominasi penguasaan bola, tetapi pertahanan Korea Selatan yang terorganisir membuat peluang El Tri terbatas. Skor tanpa gol bertahan hingga babak pertama.
Gol penentu akhirnya datang dari blunder fatal bek Korea Selatan pada menit ke-68. Umpan balik yang seharusnya mudah diamankan kiper justru jatuh ke kaki striker Meksiko yang langsung menceploskan bola ke gawang kosong. Kegagalan komunikasi lini belakang Korea Selatan ini menjadi sorotan media internasional dalam sepekan terakhir.
Raúl Jiménez sebagai Motor Serangan
Di usianya yang telah menginjak 35 tahun, Raúl Jiménez tetap menjadi tumpuan utama lini depan Meksiko. Dua gol dan satu assist dalam dua pertandingan membuktikan bahwa pengalamannya di Premier League bersama Wolverhampton masih menjadi aset berharga. Aguirre mempercayakan ban kapten sekaligus peran sebagai ujung tombak tunggal dalam formasi 4-3-3.
Dukungan lini kedua dari pemain seperti Julián Quiñones dan Uriel Antuna menambah dimensi serangan El Tri. Quiñones, yang sebelumnya membela klub-klub di Meksiko, menunjukkan mobilitas yang menyulitkan pertahanan lawan. Dinamika penyerangan Meksiko menjadi lebih variatif dibanding turnamen-turnamen sebelumnya.
Perspektif Menuju Babak 32 Besar
Kepastian lolos sebelum laga terakhir fase grup memberi keuntungan taktis bagi Javier Aguirre. Pelatih berusia 67 tahun itu memiliki ruang untuk merotasi skuad pada pertandingan terakhir melawan Ceko. Manajemen kebugaran pemain menjadi krusial mengingat padatnya jadwal turnamen.
Meksiko mencatatkan rekor tanpa kebobolan dalam dua laga pertama sebuah pencapaian yang tidak pernah terjadi sejak Piala Dunia 1970 yang juga digelar di tanah Azteca. Lini pertahanan yang dikomandoi César Montes menunjukkan soliditas yang jarang terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Ini menjadi modal berharga saat El Tri menghadapi lawan-lawan tangguh di babak gugur.
Sebagai tuan rumah bersama, tekanan tetap mengiringi langkah Meksiko di hadapan publiknya sendiri. Namun, dua kemenangan beruntun telah membangun momentum positif yang dibutuhkan tim. Babak gugur akan menjadi ujian sesungguhnya untuk mengukur kapasitas Meksiko sebagai calon kejutan di Piala Dunia 2026.
Artikel Terkait
Jude Bellingham Adu Mulut dengan Carles Queiroz, Thomas Tuchel Angkat Bicara
Antusiasme Suporter AS Pecahkan Rekor: Gelombang Penonton Piala Dunia 2026 Lampaui Target
Ronaldo Buka Suara soal Potensi Duel Lawan Messi di Piala Dunia 2026, tapi Fokus Utama Tetap ke Tim
Liverpool Diminta Bayar Rp899 Miliar untuk Boyong Camavinga dari Real Madrid