PSM Makassar masih memiliki tunggakan biaya sewa Stadion BJ Habibie di Kota Parepare yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Utang tersebut merupakan kewajiban yang belum diselesaikan sejak kompetisi Liga Super Indonesia musim lalu.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Parepare, Iskandar Nusu, mengungkapkan bahwa total tunggakan yang harus dibayarkan mencapai Rp115 juta. Jumlah itu, menurut dia, merupakan akumulasi biaya sewa untuk lima pertandingan kandang PSM pada musim lalu.
“Belum terbayar sampai sekarang. Total nilainya itu ada Rp115 juta. Itu untuk sewa lima kali pertandingan Super League musim lalu,” ujarnya pada Selasa, 23 Juni.
Iskandar merinci bahwa besaran biaya sewa stadion tidak seragam untuk setiap pertandingan. Ia menjelaskan, laga yang digelar pada malam hari dibanderol lebih mahal dibandingkan pertandingan yang berlangsung pada siang atau sore hari.
“Kalau pertandingan siang atau sore itu sewanya Rp20 juta per pertandingan. Tapi kalau malam memang agak mahal, Rp25 juta per pertandingan. Nah PSM ini ada dua pertandingan sore dan tiga pertandingan malam yang belum dibayar, makanya totalnya Rp115 juta,” lanjutnya.
Meski demikian, Iskandar menyampaikan bahwa pihak PSM telah memberi kabar bahwa proses pembayaran tengah berjalan. Hanya saja, informasi itu sudah disampaikan sejak beberapa waktu lalu tanpa ada kejelasan kapan pelunasan akan rampung.
“Iya, kabarnya begitu. PSM sedang melakukan proses pembayaran. Mungkin masih ada hal-hal yang perlu dilengkapi atau ada hal lain,” jelasnya.
Manajer PSM Makassar, Muhammad Nur Fajrin, membantah bahwa jumlah pertandingan yang belum dibayar sebanyak lima laga. Ia mempertanyakan sumber informasi tersebut dan memastikan data di bagian keuangan klub berbeda.
“Info darimana lima game? Bisa ditanyakan kembali, saya cek di keuangan bukan lima game. Coba ditanyakan ke yang keluarkan statement ya,” tuturnya.
Kendati demikian, Fajrin menegaskan bahwa PSM tetap berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh kewajiban pembayaran. Ia menjelaskan, saat ini manajemen sedang menyesuaikan kondisi keuangan klub setelah menerima denda jumbo pada akhir musim lalu.
“Jadi untuk stadion, PSM pasti bayarkan yang sudah menjadi kewajibannya. Ini hanya perlu menyesuaikan kondisi keuangan setelah kami kena denda kemarin. Kami komitmen soal itu,” tegasnya.
Menanggapi pernyataan manajemen PSM, Iskandar Nusu tetap pada pendiriannya bahwa kekurangan bayar mencakup lima pertandingan. Ia menduga ada kesalahan hitung di internal klub terkait jumlah laga yang dimaksud.
“Jadi totalnya tetap lima, kami sudah cek. Cuma memang bukan lima pertandingan terakhir secara beruntun. Kalau tidak salah laga lawan Arema atau apa itu yang belum dibayar juga. Atau mungkin laga lawan Persib yang belum terhitung di manajemen,” jelasnya.
Artikel Terkait
Kanada Pesta Gol ke Babak 32 Besar: Pembantaian Qatar 6-0 di Vancouver
Bosnia vs Qatar: Duel Hidup Mati di Grup B Perebutan Tiket Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Colombia Pastikan Tiket Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Pahlawan Los Cafeteros
Tujuh Negara Pastikan Tiket ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026