Jerman Bangkit dari Abu Keterpurukan

- Selasa, 23 Juni 2026 | 21:07 WIB
Jerman Bangkit dari Abu Keterpurukan

Jerman memastikan diri melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan meyakinkan 2-1 atas Pantai Gading di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Selasa (23/6) dini hari WIB. Hasil ini melengkapi kemenangan perdana Der Panzer yang menghancurkan Curacao 7-1 pada laga pembuka sebuah statistik yang menempatkan Jerman sebagai tim dengan produktivitas gol tertinggi di fase grup dengan koleksi sembilan gol.

Kebangkitan Jerman ini tidak bisa dilepaskan dari kegagalan mereka di Piala Dunia 2022. Saat itu, Der Panzer tersingkir di fase grup setelah hanya meraih satu kemenangan dari tiga pertandingan. Kini, di bawah arahan pelatih Julian Nagelsmann, Jerman tampil dengan intensitas tinggi dan lini depan yang mematikan. Kombinasi Jamal Musiala, Florian Wirtz, dan Niclas Füllkrug menjadi mimpi buruk bagi setiap pertahanan lawan terbukti dari sembilan gol yang bersarang hanya dalam dua laga.

"Saya tidak ingin menyebut ini sebagai musim penebusan karena kami belum memenangkan apa pun," ujar Nagelsmann dalam konferensi pers usai laga melawan Pantai Gading, di Atlanta, Senin malam waktu setempat. "Tapi apa yang ditunjukkan para pemain adalah sikap yang benar. Kami datang ke sini untuk bermain ofensif, mendominasi, dan tidak memberi lawan ruang bernapas. Itulah DNA Jerman."

Pantai Gading sebenarnya memberikan perlawanan sengit. Sempat unggul lebih dulu melalui gol Seko Fofana pada menit ke-23, Jerman membalikkan keadaan melalui sepakan jarak jauh Jonathan Tah pada menit ke-38 dan gol Füllkrug di babak kedua. Kemenangan ini memastikan Jerman memuncaki Grup E dengan enam poin, unggul tiga angka atas Pantai Gading di posisi kedua. Curacao dan Ekuador masih memiliki peluang tipis untuk lolos sebagai salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik.

Dampak kebangkitan Jerman tidak hanya bersifat statistik. Secara psikologis, tim berjuluk Der Panzer ini kembali diperhitungkan sebagai kandidat kuat gelar status yang sempat memudar setelah dua kali gagal di fase grup pada Piala Dunia 2018 dan 2022. Jika performa ini berlanjut ke babak gugur, bukan tidak mungkin Jerman akan mengulangi pencapaian 2014 ketika mereka menjadi juara dunia di Brasil. Para pengamat mencatat bahwa kedalaman skuad Jerman saat ini merupakan yang terbaik sejak era Joachim Löw, dengan opsi lapis kedua yang tidak kalah berkualitas.

Proyeksi ke depan, Jerman masih menyisakan satu laga fase grup melawan Ekuador. Namun langkah mereka ke babak 32 besar sudah pasti dan lawan yang akan dihadapi di fase knockout akan sangat bergantung pada posisi akhir mereka di Grup E. Dengan raihan sembilan gol dan pertahanan yang baru kebobolan dua gol, Jerman menunjukkan bahwa masa kelam 2018-2022 hanyalah sebuah jeda, bukan akhir dari dominasi sepak bola Jerman di pentas dunia.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags