Lamine Yamal Tampil Perdana sebagai Starter di Piala Dunia 2026, Kenakan Sepatu Bermakna Dua Bendera

- Senin, 22 Juni 2026 | 06:15 WIB
Lamine Yamal Tampil Perdana sebagai Starter di Piala Dunia 2026, Kenakan Sepatu Bermakna Dua Bendera

Penampilan perdana Lamine Yamal sebagai starter di Piala Dunia 2026 bersama Timnas Spanyol tidak hanya diwarnai aksi gemilang di lapangan, melainkan juga sebuah pernyataan identitas yang terpampang jelas pada sepatu yang ia kenakan. Bintang muda Barcelona itu turun sejak menit awal saat Spanyol menghadapi Arab Saudi di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, sebuah momen istimewa setelah sebelumnya ia hanya bermain singkat dalam laga imbang tanpa gol melawan Cape Verde. Keputusan pelatih untuk memainkannya sejak awal menegaskan peran sentral Yamal di skuad La Roja, sekaligus menandai penampilan ke-27 pemain berusia 18 tahun itu bersama tim nasional senior Spanyol.

Sorotan utama justru tertuju pada detail kecil di kakinya. Yamal mengenakan sepatu Adidas F50 yang menampilkan dua bendera negara lain, simbol identitas yang melekat erat dalam perjalanan hidupnya. Meskipun lahir di Barcelona dan membela Spanyol di semua level usia, ia memiliki ikatan keluarga yang kuat dengan Guinea Khatulistiwa dan Maroko. Ibunya berasal dari Guinea Khatulistiwa, sementara ayahnya adalah warga Maroko, negara yang berhasil menembus semifinal Piala Dunia 2022.

Maroko sebelumnya sempat berupaya membujuk Yamal agar bersedia membela tim nasional mereka di level internasional. Namun, sikap pemain muda itu sudah bulat. Ia secara tegas menyampaikan kepada pihak Maroko bahwa dirinya merasa sebagai orang Spanyol. Di sisi lain, Guinea Khatulistiwa juga menyimpan kebanggaan tersendiri terhadap Yamal. Presiden federasi sepak bola Guinea Khatulistiwa, Venancio Tomas Ndong Micha, pernah menyampaikan pandangannya pada 2024 bahwa negaranya memegang Yamal sangat dekat di hati dan meyakini ia akan memberikan kontribusi besar bagi sepak bola Guinea Khatulistiwa.

Kebanggaan terhadap akar budaya tersebut terlihat jelas dalam setiap penampilan Yamal. Ia kerap menampilkan dua bendera itu di sepatunya, termasuk saat pemanasan menjelang laga Piala Dunia di Atlanta. Gestur sederhana ini memperlihatkan identitas ganda yang ia bawa ke level tertinggi sepak bola dunia. Yamal tetap membela Spanyol, namun tidak pernah menanggalkan asal-usul keluarganya. Di usia yang masih sangat muda, ia telah memberi warna unik di Piala Dunia, memadukan aksi di lapangan dengan pesan kuat soal jati diri yang membuat namanya terus menjadi perbincangan global.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar