Kemenangan telak Brasil 3-0 atas Haiti di Piala Dunia 2026 harus dibayar mahal setelah winger Raphinha mengalami cedera hamstring dan ditarik keluar pada babak pertama. Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, angkat bicara mengenai kondisi pemain Barcelona tersebut dan berusaha menenangkan situasi menjelang laga penentuan Grup C yang akan datang.
Cedera Raphinha terjadi di Stadion Philadelphia saat laga baru berjalan sekitar 30 menit. Tim medis Brasil tampak serius memeriksa kaki kanan sang pemain di tepi lapangan sebelum akhirnya memutuskan untuk menariknya keluar. Ancelotti menegaskan bahwa pemain berusia 28 tahun itu akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui tingkat keparahan cedera.
“Raphinha akan dievaluasi besok. Saat ini kami belum tahu pasti apa yang terjadi,” ujar Ancelotti dalam konferensi pers usai pertandingan, Sabtu (20/6/2026).
Pelatih asal Italia itu juga menjelaskan keputusan taktisnya saat memasukkan Rayan sebagai pengganti Raphinha. Menurutnya, detail kecil seperti profil pemain menjadi pertimbangan utama di turnamen sekelas Piala Dunia.
“Saya memasukkan Rayan karena dia punya kualitas yang baik, meski profilnya sedikit berbeda dengan Raphinha. Di level ini, detail-detail kecil seperti inilah yang menentukan masuknya seorang pemain,” tambah Ancelotti.
Situasi ruang ganti Brasil sempat dipenuhi kekhawatiran. Gelandang Lucas Paqueta mengaku seluruh pemain cemas menunggu hasil pemeriksaan medis Raphinha. “Saya rasa kami semua khawatir. Kami berharap itu bukan cedera serius, tapi kami masih harus menunggu hasil tes medisnya,” ungkap Paqueta.
Di sisi lain, kabar positif datang dari Neymar yang mulai pulih dari cedera betis. Megabintang Brasil itu dipastikan siap kembali memperkuat tim pada laga penentuan melawan Skotlandia. Ancelotti mengonfirmasi jadwal pemulihan sang pemain.
“Ya, Neymar akan menjalani latihan individu besok (Sabtu). Pada hari Senin, dia sudah akan bergabung dalam latihan penuh bersama tim, dan setelah itu dia akan siap untuk pertandingan melawan Skotlandia,” tegas Ancelotti.
Kemenangan atas Haiti sendiri ditopang oleh dua gol Matheus Cunha dan satu gol Vinicius Junior. Hasil ini mengembalikan kepercayaan diri Brasil setelah sebelumnya ditahan imbang 1-1 oleh Maroko di laga pembuka. Brasil kini bersaing ketat dengan Maroko untuk memperebutkan posisi puncak Grup C, di mana selisih gol diprediksi menjadi faktor penentu di laga terakhir.
Ancelotti menegaskan bahwa timnya masih berada dalam jalur perkembangan positif. Ia menilai performa melawan Haiti sesuai dengan ekspektasinya, terutama dalam hal penguasaan lini belakang dan minimnya kesalahan.
“Semua pertandingan di Piala Dunia itu sulit. Apa yang kami percayai di CBF (Federasi Sepak Bola Brasil) adalah kami mampu bersaing dengan tim mana pun, termasuk Haiti maupun Prancis,” kata Ancelotti membela komposisi skuadnya.
“Performa melawan Haiti adalah apa yang saya harapkan, meningkatkan kualitas, meminimalisasi kesalahan, dan memegang kendali penuh di lini belakang. Kami membaik, dan kami akan terus meningkat di laga berikutnya. Kami harus memanfaatkan fase grup ini agar bisa memulai fase gugur dengan kondisi terbaik,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Matias Galarza Cetak Gol Tercepat Piala Dunia 2026, Rekor Bertahan Hanya Beberapa Jam
Turki Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Usai Takluk 1-0 dari Paraguay
Persib Depak Federico Barba, Bek Eks Liga Inggris Mike van der Hoorn Masuk Radar
Super League 2026-2027 Tetap 18 Klub, Regulasi Pemain Muda Berubah Jadi Sistem Insentif