Persib Bandung Juara Super League 2025/2026, PSM Makassar Catatkan Posisi Terburuk Sepanjang Sejarah

- Senin, 25 Mei 2026 | 05:00 WIB
Persib Bandung Juara Super League 2025/2026, PSM Makassar Catatkan Posisi Terburuk Sepanjang Sejarah

Persib Bandung resmi mengunci gelar juara Super League musim 2025/2026. Meskipun mengoleksi poin yang sama dengan Borneo FC di papan klasemen, Maung Bandung berhak atas trofi juara setelah unggul dalam pertemuan head to head. Di sisi lain, PSM Makassar harus menelan pil pahit. Klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan itu menutup musim dengan hasil terburuk sepanjang sejarah sepak bola modern Indonesia, yakni finis di peringkat ke-15, posisi paling bawah dari zona aman degradasi.

Menyikapi pencapaian memalukan tersebut, Direktur Teknik PSM Makassar, Zulkifli Syukur, buka suara. Eks kapten tim ini mengakui bahwa situasi musim ini memiliki kemiripan sekaligus perbedaan dengan masa-masa sulit yang pernah ia lalui. Jika dulu ia masih berperan sebagai pemain di lapangan, kini ia harus memikul tanggung jawab dari kursi jajaran pelatih.

Menurut Zulkifli, jabatan yang diembannya saat ini membawa beban moral yang tidak ringan. Terlebih, dirinya dan Ahmad Amiruddin adalah putra daerah yang diberi amanah untuk menyelamatkan tim dari jerat degradasi.

“Apalagi, yang kami emban ini sebenarnya sepenuhnya bukan bagian dari apa yang kita lakukan, lebih kepada peninggalan permasalahan dari pelatih sebelumnya. Saya pribadi tidak terlibat sama sekali dalam perekrutan dan saya pikir ini beban tersendiri, bagaimana tim ini bisa bangkit dalam penampilan maupun moral,” jelas Zulkifli Syukur.

Ini adalah kali kedua Zulkifli berada dalam tekanan besar bersama PSM. Pertama, saat ia masih menjabat sebagai kapten tim, dan kini sebagai direktur teknik. Namun, ia bersyukur karena solidaritas tim mampu membawa skuad Juku Eja melewati masa-masa berat tersebut.

“Alhamdulillah, dengan kerja sama, kekeluargaan, keyakinan, kita bisa melewati musim yang saya katakan cukup berat bagi kita semua, baik itu pemain, manajemen, maupun suporter,” tuturnya.

Zulkifli mengungkapkan, saat pertama kali kembali ke PSM pada musim ini, manajemen langsung mengatakan bahwa situasi yang dihadapi sama dengan masa sulit sebelumnya. Namun, ia membantah anggapan tersebut. Menurutnya, kondisi pada musim 2021/2022 justru jauh lebih parah dibandingkan musim ini.

“Karena zaman itu pemain PSM selalu pasang surut, keluar masuk zona degradasi. Musim ini kita sempat lama bertahan di posisi 13 dan saya pikir itu posisi yang aman untuk skuad yang ada,” lanjutnya.

Meski demikian, Zulkifli mengakui bahwa secara kualitas dan kekompakan, skuad PSM di masa lalu jauh lebih unggul dibandingkan tim saat ini. Ia mencontohkan kehadiran Wiljan Pluim yang memiliki kualitas mumpuni sebagai salah satu faktor pembeda.

“Kita tahu, ada Pluim yang pada saat itu memiliki kualitas mumpuni di dalam PSM. Tapi untuk musim ini, dari 11 pemain, bisa dikatakan hanya beberapa yang bisa mengangkat,” terangnya.

Oleh karena itu, Zulkifli menegaskan bahwa langkah utama yang harus dilakukan untuk musim depan adalah melakukan restart atau pembenahan total. Kondisi buruk musim ini tidak boleh dianggap enteng dan perlu dievaluasi secara menyeluruh.

“Bahkan dengan hasil kemarin bisa kita katakan bahwa ini prestasi terburuk sepanjang sejarah sejak PSM berdiri. Separah-parahnya PSM tahun 2021/2022, kita masih di posisi 14, jadi memang sebaiknya di-restart,” tegasnya.

Salah satu bentuk restart yang dimaksud adalah evaluasi besar-besaran terhadap komposisi skuad. Zulkifli mengaku sudah menyerahkan beberapa nama pemain incaran kepada manajemen untuk dipertimbangkan bergabung pada musim depan.

“Ya, salah satunya pemain harus ada evaluasi besar-besaran di dalam tim ini. Ada beberapa (pemain incaran), kita serahkan semuanya ke manajemen karena coach Amir sendiri akan menyerahkan laporan akhir musim terkait evaluasi pemain, performa pemain sepanjang musim ini, baik pemain lokal maupun pemain asing,” ungkapnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar