Pembalap Red Bull Racing, Max Verstappen, melontarkan ancaman paling keras dalam kariernya di ajang Formula 1 (F1). Ia menyatakan siap meninggalkan dunia balap jet darat jika perubahan regulasi mesin untuk musim 2026 tidak segera mendapatkan kesepakatan final dari seluruh pihak terkait.
Sebelumnya, Federasi Otomotif Internasional (FIA) telah mengumumkan rencana revisi regulasi unit daya dengan skema pembagian daya 60:40 antara mesin pembakaran internal dan komponen elektrik, serta peningkatan aliran bahan bakar. Verstappen menyambut baik draf perubahan tersebut dan menilai langkah itu sebagai arah positif yang sangat dibutuhkan oleh F1. Namun, hingga saat ini belum ada kata sepakat dari seluruh produsen mesin yang berlaga di kejuaraan dunia tersebut.
Kekesalan Verstappen memuncak setelah sesi kualifikasi Grand Prix Kanada 2026. Ketika ditanya mengenai kelanjutan kariernya jika regulasi mesin gagal diubah dan tetap menggunakan format lama untuk musim-musim mendatang, pembalap asal Belanda itu memberikan jawaban yang menohok.
"Jika situasinya tetap seperti ini, tahun depan akan menjadi tahun yang sangat panjang. Dan saya tidak menginginkan hal itu," ujar Verstappen.
Saat didesak lebih jauh apakah kebuntuan regulasi ini bisa membuatnya benar-benar pergi, Verstappen tidak lagi menyembunyikan rasa frustrasinya. Ia mengaku bahwa bertahan di F1 dengan kondisi politik regulasi yang rumit seperti sekarang sudah tidak sehat bagi kondisi psikologisnya.
"Saya bisa katakan kepada Anda, jika kondisinya tetap seperti ini... mari kita lihat nanti. Secara mental, tidak akan sanggup bagi saya untuk bertahan dalam situasi seperti ini. Sama sekali tidak," tambahnya.
Menariknya, Verstappen juga menutup pintu rapat-rapat untuk opsi mengambil cuti panjang demi menunggu regulasi membaik di musim berikutnya. Jika ia memutuskan berhenti, maka itu akan menjadi akhir dari perjalanannya di F1. Baginya, masih banyak hal menyenangkan lain di luar sana yang bisa ia lakukan.
Verstappen sadar betul bahwa penolakan perubahan regulasi ini datang dari tim-tim rival yang saat ini merasa diuntungkan dengan peta kekuatan mesin yang ada. Karena itu, ia mendesak FIA dan Formula One Management (FOM) untuk bersikap tegas demi kepentingan olahraga ini secara keseluruhan. Pandangan tersebut juga diamini oleh pembalap Williams, Carlos Sainz.
"Inilah F1. Sederhananya seperti itu, dan ini sedikit memalukan. Beberapa orang yang saat ini mungkin memiliki sedikit keuntungan pasti akan mencoba mempersulit keadaan. Namun jika FIA dan FOM kuat, mereka harus langsung mengeksekusinya," imbuh Verstappen.
Artikel Terkait
Barcelona Siapkan Dana 100 Juta Euro untuk Cari Pengganti Lewandowski, Julian Alvarez Incaran Utama
Flick Siap Hadapi Mourinho Jika Kembali Tangani Real Madrid
Rayhan Hannan Pilih Fokus Main Bola Ketimbang Terlena Sorotan John Herdman
Persijap Jepara Tahan Imbang Persib Bandung 0-0, Catatkan Diri sebagai Tim Kedua yang Bikin Tuan Rumah Tanpa Gol di Kandang