Mimpi panjang seorang pemain sepak bola asal Sulawesi Tenggara akhirnya terwujud. Saddil Ramdani, gelandang Persib Bandung, berhasil mengangkat trofi juara Super League untuk pertama kalinya dalam karier profesionalnya, sekaligus menorehkan namanya dalam lembaran sejarah Liga 1 Indonesia.
Pemain berusia 27 tahun itu tak hanya merayakan gelar juara, tetapi juga kebanggaan mendalam sebagai putra daerah Muna. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini melampaui sekadar medali kemenangan, melainkan menjadi bukti bahwa kerja keras dan loyalitas dapat membawa seorang anak dari pelosok negeri berdiri di puncak kompetisi sepak bola nasional.
“Bandung menjadi saksi bahwa anak Muna mampu berdiri di puncak Liga Indonesia dengan kerja keras, loyalitas, dan hati seorang pejuang,” tulisnya dalam unggahan di akun Instagram pribadi.
“Berawal dari mimpi sederhana seorang anak Sulawesi Tenggara. Hari ini, dia berdiri di dalam sejarah juara,” tambah pemain Tim Nasional Indonesia itu, menegaskan keberhasilannya meraih gelar juara pertama sepanjang kariernya.
Di balik keberhasilan tim, kontribusi Saddil di lapangan patut dicatat. Pelatih Persib, Bojan Hodak, mendatangkannya untuk memperkuat sektor sayap. Meskipun lebih kerap dimainkan sebagai pemain pengganti, Saddil tetap menunjukkan konsistensi. Dari 25 pertandingan yang ia jalani musim ini, sebanyak 12 laga dijalani sebagai starter. Ia berhasil menyumbangkan tiga gol dan satu assist bagi Maung Bandung.
Semangat dan kerja keras yang ditunjukkannya menjadi modal berharga, tidak hanya bagi tim, tetapi juga bagi perjalanan kariernya di pentas sepak bola nasional. Prestasi ini menjadi awal yang menjanjikan setelah melalui berbagai tantangan.
Ke depan, publik sepak bola Indonesia tentu menanti seberapa banyak gelar yang mampu dipersembahkan pemain asal Sulawesi Tenggara ini untuk Persib. Saddil sendiri menutup pernyataannya dengan penuh harap, menekankan bahwa makna di balik trofi ini jauh lebih besar dari sekadar kemenangan.
“Bukan hanya tentang trofi, tapi tentang seorang anak Sulawesi Tenggara yang membuat tanah kelahiran bangga dan namanya abadi dalam sejarah Liga 1 Indonesia,” ujarnya, menegaskan tekad dan semangat juang yang tak pernah padam.
Artikel Terkait
Real Madrid Tutup Musim dengan Kemenangan, tetapi Posisi Runner-Up Tanpa Gelar
Kiandra Ramadhipa Tembus Start Baris Depan Kualifikasi Moto3 Junior Barcelona
Persib Bandung Kunci Gelar Juara Liga 1 Musim 2025/2026 Usai Tahan Imbang Persijap, Cetak Hattrick Era Modern
Timnas Kongo Wajib Isolasi 21 Hari Sebelum ke Piala Dunia 2026 Akibat Wabah Ebola