Hansi Flick memimpin Barcelona meraih gelar juara LaLiga musim 2025/2026 di tengah duka yang mendalam. Pelatih asal Jerman itu tetap mendampingi timnya saat mengalahkan Real Madrid dengan skor 2-0 dalam laga El Clásico di Spotify Camp Nou, Senin (11/5/2026) dini hari WIB, meskipun baru saja menerima kabar bahwa ayahnya meninggal dunia sebelum pertandingan dimulai.
Klub Catalan tersebut mengumumkan kabar duka itu dan menyatakan bahwa penghormatan akan digelar sebelum laga dimulai. Rangkaian penghormatan meliputi mengheningkan cipta selama satu menit serta pemakaian pita hitam di lengan para pemain sebagai tanda berkabung.
“FC Barcelona dan seluruh keluarga blaugrana ingin menyampaikan semua cinta kami kepada Hansi Flick setelah meninggalnya ayahnya,” demikian pernyataan resmi klub.
“Kami turut berduka cita dan pikiran kami bersama Anda dan keluarga Anda selama masa sulit ini.”
Di lapangan, Barcelona tampil agresif sejak menit awal. Marcus Rashford dan Ferran Torres berhasil mencetak dua gol cepat yang langsung memukul pertahanan Real Madrid. Keunggulan tersebut mampu dipertahankan Blaugrana hingga peluit akhir berbunyi.
Kemenangan ini memastikan Barcelona mengunci gelar LaLiga musim ini dengan keunggulan 14 poin atas Real Madrid, sementara kompetisi hanya menyisakan tiga pertandingan lagi.
Sorotan utama tentu tertuju kepada Hansi Flick. Di tengah suasana duka, ia tetap berdiri di sisi lapangan untuk memimpin timnya dalam pertandingan paling penting musim ini. Selepas laga, para pemain dan staf pelatih langsung merayakan keberhasilan mereka bersama ribuan suporter di Camp Nou. Flick kemudian menyampaikan ucapan terima kasih kepada para penggemar dan timnya dalam wawancara usai pertandingan.
Ia menyebut skuad Barcelona sebagai sebuah keluarga. Atmosfer emosional terasa kuat saat para pemain menerima miniatur trofi LaLiga sebelum akhirnya mengangkat trofi utama di hadapan publik Camp Nou.
Keberhasilan musim ini membuat Hansi Flick langsung mencatatkan sejarah sejak menangani Barcelona pada 2024 menggantikan Xavi Hernández. Mantan pelatih Bayern Munchen dan Timnas Jerman itu sukses mempersembahkan dua gelar LaLiga secara beruntun.
Barcelona kini mengoleksi 29 gelar LaLiga sepanjang sejarah klub. Jumlah tersebut hanya kalah dari Real Madrid yang memiliki 36 trofi liga. Tak hanya mendominasi liga, Barcelona juga sukses merebut lima trofi sejak Flick datang. Blaugrana memenangkan Spanish Supercopa dalam dua musim terakhir dan menjuarai Copa del Rey musim lalu.
Produktivitas Barcelona sepanjang musim juga sangat tajam. Tim tersebut tercatat selalu mencetak gol dalam 55 pertandingan beruntun, hanya kalah dari rekor Barcelona musim 2012/2013 dengan 64 laga. Meski belum berhasil berjaya di Liga Champions setelah kalah dari Inter Milan musim lalu dan Atletico Madrid musim ini, dominasi Barcelona di kompetisi domestik sulit terbantahkan.
El Clásico kali ini juga masuk catatan sejarah LaLiga. Ini menjadi kali kedua duel Barcelona kontra Real Madrid langsung menentukan gelar juara liga. Sebelumnya, momen serupa hanya pernah terjadi pada 1932.
Di sisi lain, kekalahan dari Barcelona membuat Real Madrid kembali menutup musim tanpa trofi. Ini menjadi musim kedua beruntun Los Blancos gagal meraih gelar di semua kompetisi.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Pulang ke Indonesia, Rindu Masakan Kampung Halaman Usai Balap di Hungaria
Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik 1-0 dalam Laga FIFA Matchday di SUGBK
Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik 1-0 di SUGBK, Gol Tunggal Ole Romeny
Spanyol Tak Terbendung Tanpa Lamine Yamal, Bantai Peru 3-1 di Laga Uji Coba