Hanya Satu Poin dari Banten, Hodak Geram dengan Performa "Seperti Anak-anak"
Serang - Laga panas pekan ke-28 Super League 2025/26 di Stadion Internasional Banten berakhir dengan angka 2-2. Persib Bandung, sang pemuncak klasemen, harus puas membawa pulang satu poin setelah berjuang keras mengejar ketertinggalan dua gol dari Dewa United. Tapi, jangan bayangkan pelatih Bojan Hodak pulang dengan senyum. Wajahnya justru penuh kekecewaan. Baginya, poin itu terasa seperti kekalahan, terutama melihat cara timnya kebobolan.
Dewa United tampil ngotot. Mereka unggul lebih dulu lewat Alex Martins Ferreira di menit ke-24. Keunggulan itu bahkan berlipat ganda saat Ricky Kambuaya membobol gawang Persib lagi pada menit ke-61. Situasi seolah sudah di ujung tanduk bagi Maung Bandung. Namun, permainan berubah total hanya dua menit berselang. Alex Martins, sang pencetak gol pertama, mendapat kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan. Dewa United tersisa sepuluh pemain.
Momen itu jadi pembuka jalan. Persib langsung menggila, menekan habis-habisan. Tekanan itu akhirnya membuahkan penalti, yang dieksekusi dengan sempurna oleh Thom Haye pada menit ke-77. Gol itu seperti suntikan adrenalin. Hodak lalu memasukkan Andrew Jung, dan keputusannya brilian. Striker asal Prancis itu menyamakan kedudukan di menit ke-86 lewat sundulan kepala yang akurat. Stadion bergemuruh.
Kesalahan Dasar yang Bikin Hodak Mengelus Dada
Meski berhasil bangkit, Hodak sama sekali tak puas. Di ruang konferensi pers, nada suaranya tegas dan penuh kritik.
"Pertandingan yang seru, banyak gol dan peluang," ujarnya. "Dari sisi serang, kami sebenarnya tak buruk karena bisa mengejar. Tapi harusnya kami mencetak lebih banyak gol."
Bagi pelatih asal Kroasia itu, masalah utama ada di pertahanan. Dua gol yang kebobolan dinilainya berasal dari kelalaian yang memalukan.
"Kami melakukan kesalahan yang seharusnya tidak terjadi," tegas Hodak.
Dia kemudian menyoroti gol pertama dengan nada kesal. "Gol pertama itu seperti permainan anak-anak. Kami berhenti bermain! Gol kedua juga murni kesalahan individu."
Puncak Klasemen yang Terasa Goyah
Hasil imbang ini jelas sebuah peluang yang terbuang. Di tengah persaingan ketat papan atas, tiga poin penuh adalah target wajib. Di sisi lain, semangat pantang menyerah untuk bangkit dari ketertinggalan 0-2 patut diacungi jempol. Itu catatan positif yang bisa dibawa ke laga-laga selanjutnya.
Namun, Hodak menekankan, mental dan fokus harus dijaga sepanjang pertandingan. "Kami harus lebih disiplin. Kehilangan konsentrasi sesaat bisa berakibat fatal, seperti hari ini," tambahnya.
Secara statistik, posisi Persib di klasemen masih aman. Mereka memimpin dengan 65 poin, unggul dua angka dari Borneo FC di peringkat kedua. Tapi, keunggulan tipis itu jelas tak akan bertahan lama jika kesalahan "kekanak-kanakan" seperti di Banten terulang lagi. Tantangan ke depan masih panjang, dan setiap poin sangat berharga.
Artikel Terkait
Hodak Geram atas Kesalahan Permainan Anak-anak Meski Persib Bangkit dari 0-2 ke Imbang Dewa United
Wakil Wali Kota Surabaya Tantang PORDI Gelar Turnamen Domino Lebih Besar
Persaingan Sengit, Arsenal dan Manchester City Berpotensi Selesaikan Musim dengan Poin Sama
Camavinga Tegaskan Komitmen Bertahan di Real Madrid