murianetwork.com - European Super League (ESL) kembali menggebrak setelah keputusan mengejutkan dari Pengadilan Uni Eropa yang membatalkan larangan sebelumnya.
Pelarangan yang dijatuhkan FIFA dan UEFA dianggap tidak sah berdasarkan hukum kompetisi dan kebebasan layanan.
Hasilnya, ESL bangkit kembali dengan semangat baru dan mengumumkan format kompetisi yang revolusioner.
Baca Juga: Angkat Bicara, PO Rosalia Indah Siap Pecat Jika Crew-nya Benar Melakukan Pencurian iPad
Perusahaan penyelenggara ESL, A22, mengungkapkan format yang menggairahkan.
Mereka menegaskan bahwa partisipasi klub akan didasarkan pada pencapaian olahraga, tanpa anggota tetap, sambil memastikan klub tetap aktif di liga domestik mereka.
Artikel Terkait
Mantan Wali Kota Danny Pomanto Bertanding di Turnamen Padel Senior Makassar
Duel Emosional Yuran Fernandes Hadapi Mantan Mentor di Laga Persebaya vs PSM
Persebaya Hadapi PSM di Stadion GBT, Bernardo Tavares Berhadapan dengan Mantan Klub
PSM Makassar Hadapi Tekanan Degradasi Saat Hadapi Persebaya di Surabaya