PSM Kirim Pesan Keras di Parepare
MAKASSAR Bukan sekadar tiga poin. Kemenangan PSM Makassar atas PSBS Biak malam Jumat itu terasa seperti sebuah pernyataan sikap. Di Stadion BJ Habibie, Pasukan Ramang menghajar tamunya dengan skor telak 5-0 pada laga pekan ke-13 Super League 2025/26. Hasil yang bicara lebih keras dari sekadar angka di klasemen.
Dan di tengah pesta gol itu, satu sosok tampil begitu mendominasi: Alex Tanque.
Sejak peluit awal dibunyikan, tim besutan Tomas Trucha langsung menekan. Mereka tak memberi ruang bagi PSBS untuk bernapas. Pergerakan Tanque, sang striker Brasil, jadi momok menakutkan bagi pertahanan lawan yang dikomandani Sandro Aníbal. Tekanan itu akhirnya membuahkan hasil.
Menit ke-15, Tanque membuka keran gol. Sebuah penyelesaian dingin yang mengubah penguasaan lapangan menjadi keunggulan. Babak pertama kemudian ditutup manis oleh Mufli Hidayat di masa injury time.
Namun begitu, babak kedua benar-benar menjadi milik sang bomber. Ia menambah dua gol lagi pada menit 63 dan 72, menyelesaikan hattrick-nya malam itu. Gemuruh sorak pendukung memenuhi tribun. PSM belum puas. Victor Dethan menyempurnakan pesta menjadi 5-0 di menit ke-85.
Dengan empat gol musim ini, Tanque bukan cuma top skor sementara tim. Ia adalah simbol bahwa ketajaman PSM mulai kembali.
Di sisi lain, Tomas Trucha tak mau larut euforia. Bagi pelatih asal Ceko itu, ini baru sebuah proses.
“Tentu kami berharap bisa mendapatkan tiga poin, dan mengontrol permainan membuat peluang itu lebih besar,” ujarnya.
Ia mengakui waktu persiapan yang singkat, tetapi meyakini kerja keras di latihan mulai membuahkan hasil. “Saya percaya kondisi kami berada di jalur yang tepat,” tambah Trucha.
Jalur itu kini mendapat warna baru dengan kedatangan pemain anyar.
Boboev Datang, Persaingan Di Depan Mata
Euforia kemenangan dan kebangkitan Tanque mendapat dimensi baru. Sherriddin Boboev, penyerang Timnas Tajikistan, dikabarkan segera bergabung. Sinyal itu terlihat dari unggahan Instagram-nya Kamis lalu, yang menunjukkan ia sedang dalam penerbangan dari Dushanbe menuju Indonesia.
Kedatangan Boboev bukan ancaman, melainkan legitimasi ambisi. Trucha sejak awal menyebut ia mencari pemain yang bisa memberi keseimbangan, bukan sekadar pelapis. Boboev menawarkan itu seorang pemain serbaguna yang bisa diplot sebagai striker, winger, atau gelandang serang.
Artinya, PSM kini punya variasi. Jika Tanque adalah finisher murni dengan fisik kuat dan insting di area kotak penalti, Boboev menghadirkan mobilitas dan fleksibilitas taktik yang berbeda. Kompetisi internal di lini depan tak terelakkan lagi. Dan bagi tim yang punya cita-cita tinggi, persaingan sehat justru jadi bahan bakar.
Menurut sejumlah saksi, Trucha juga secara spesifik mengincar seorang bek berkaki kanan yang fleksibel.
“Kami sedang mencoba mendatangkan pemain bertahan berkaki kanan yang bisa bermain di kedua sisi, dan juga bisa digunakan sebagai gelandang bertahan,” jelasnya.
Pembenahan dilakukan secara terstruktur, menyentuh berbagai lini.
Soal Kedalaman Skuad
Musim ini, PSM sempat terlihat goyah. Ketajaman hilang-timbul, transisi bermasalah, dan kedalaman skuad kerap dipertanyakan. Sekarang, gambaran itu pelan-pelan berubah.
Tanque dalam kondisi panas. Boboev segera tiba. Ada pula nama Lagator yang disebut akan memperkuat lini tengah. Setiap posisi penting dapat perhatian.
Pesan untuk kompetisi jelas. Kemenangan 5-0 itu adalah pernyataan bahwa PSM ingin kembali dianggap sebagai kekuatan papan atas, bukan sekadar peserta.
Jika Tanque bisa konsisten dan Boboev cepat beradaptasi, lini depan Pasukan Ramang akan punya dua senjata mematikan. Dan ketika nanti persaingan memasuki fase genting, kedalaman skuad inilah yang akan membedakan tim biasa dengan tim yang benar-benar berkelas.
PSM Makassar, lewat aksi di lapangan dan pergerakan di bursa transfer, tampaknya sedang memilih untuk menjadi yang terakhir.
Artikel Terkait
Mantan Presiden Barcelona Gaspart Bantah Keras Tuduhan Pembelian Wasit di Sidang
Enzo Fernandez Tegaskan Komitmen di Chelsea, Bantah Rumor ke Real Madrid
PSM Makassar Pastikan Boboev dan Lagator Terekrut Jelang Tutup Bursa Transfer
Guardiola Tegaskan Komitmen Bicara Isu Global Meski Ditegur