SURABAYA – Persebaya Surabaya sepertinya perlu bersiap. Ancaman baru datang dari dua nama yang sebenarnya tak asing: Dejan Tumbas dan Diego Mauricio. Dua pemain asing yang baru saja dilepas itu kini justru berseragam rival, dan potensi "balas dendam" di putaran kedua Super League 2025/2026 terasa begitu nyata.
Ini bukan cuma soal perpindahan klub biasa. Keduanya, yang dinilai gagal memenuhi ekspektasi di Surabaya, langsung ditampung oleh Persis Solo dan Semen Padang. Bagi Green Force, kehadiran mereka di tim lawan bisa jadi masalah serius. Bayangkan jika mereka menemukan performa terbaiknya di rumah baru. Bisa-bisa, mereka jadi aktor yang melukai Bajul Ijo di pertemuan-pertemuan krusial nanti.
Memang, keputusan manajemen Persebaya melepas mereka adalah bagian dari penyegaran skuad. Tapi langkah yang diambil Persis dan Semen Padang ini seperti perjudian yang menarik. Sangat menarik untuk disimak, terutama saat nanti mereka berhadapan langsung dengan mantan klubnya di lapangan hijau.
Dejan Tumbas, Misi Baru di Solo
Persis Solo bergerak cepat. Mereka sudah mengamankan tanda tangan penyerang asal Serbia berusia 26 tahun itu. Kabarnya, akun transfer @transfernews__ft yang lebih dulu mengonfirmasi.
“DONE DEAL. Persis Solo, telah mencapai kesepakatan untuk mendatangkan striker asing asal Serbia, Dejan Tumbas (26). Dejan Tumbas sebelumnya bermain untuk Persebaya Surabaya. Fyi: Dejan Tumbas bisa bermain di berbagai posisi Sayap kanan, dan bek kiri,” begitu kira-kira bunyi postingan tersebut.
Dengan nilai pasar sekitar Rp3,48 miliar, Tumbas kini punya dua misi: bantu Persis naik klasemen, dan yang pasti, buktikan sesuatu saat berjumpa Persebaya.
Diego Mauricio, Pindah ke Padang
Tak ketinggalan, Semen Padang FC juga melakukan langkah strategis. Mereka resmi merekrut Diego Mauricio. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Penasihat klub, Andre Rosiade, lewat Instagram pribadinya.
“Semen Padang FC @semenpadangfcid Resmi Rekrut Striker Asing dari Persebaya Diego Mauricio Machado de Brito,” tulis Rosiade.
Perpindahan ini pun menarik perhatian akun @liga_dagelann. Mereka menyoroti fakta bahwa kedua pemain ini ternyata bertahan juga di kompetisi Indonesia.
“Bursa Transfer! 2 mantan striker Persebaya tetap berkarier di Indonesia. Dejan Tumbas ke Persis Solo dan Diego Mauricio ke Semen Padang.”
Lalu, Mengapa Mereka Berbahaya?
Kekhawatiran suporter Persebaya sebenarnya punya alasan yang kuat. Pemain yang dilepas dengan cap "gagal" biasanya punya motivasi ekstra saat berhadapan dengan mantan klubnya. Bisa ditebak, Tumbas dan Mauricio pasti ingin membuktikan bahwa manajemen Bajul Ijo salah menilai mereka.
Belum lagi soal pengetahuan internal. Mereka berdua sudah berlatih berbulan-bulan di bawah pelatih Persebaya. Titik lemah bek, pola permainan, bahkan kebiasaan kiper mereka paham betul. Itu keuntungan besar bagi tim lawan.
Terutama untuk Tumbas. Di Persis Solo, dia kemungkinan besar akan dikembalikan ke posisi naturalnya sebagai penyerang, bebas dari tugas bertahan sebagai bek kiri. Seorang striker yang lapar gol di posisi aslinya? Itu mimpi buruk untuk pertahanan manapun.
Kilas Balik Statistik
Meski dianggap kurang maksimal, data menunjukkan fondasi permainan mereka sebenarnya tidak buruk-buruk amat.
Dejan Tumbas tampil dalam 30 laga (total 2.436 menit). Dia hanya mencetak 2 assist, tapi dikenal sebagai petarung dengan koleksi 6 kartu kuning dan 1 merah.
Sementara Diego Mauricio lebih banyak dirudung cedera. Dia hanya main 7 kali, sehingga potensinya sebagai predator di kotak penalti belum benar-benar terpancar di hadapan publik Gelora Bung Tomo.
Nah, sekarang tinggal satu pertanyaan besar yang menghantui para Bonek: Akankah Tumbas dan Mauricio menjadi "mantan yang menyakitkan"? Jawabannya hanya bisa diberikan di lapangan. Dan kita semua tunggu saja bagaimana Persebaya merancang strategi untuk meredam ancaman dari dalam rumah sendiri ini.
Artikel Terkait
Liverpool Hadapi Tuntutan Gaji Besar Szoboszlai untuk Perpanjangan Kontrak
Persis Solo Ditinggal Dua Pilar, Suporter Geram Manajemen Dinilai Blunder
PSM Makassar Kejar Administrasi Sheriddin Boboev Jelang Laga Kontra PSBS Biak
Persebaya Hadapi Ujian Berat di Bali dengan Skuad Terbatas