Reza Handika menaruh harap besar pada rekam jejak itu. “Dengan pengalamannya bersama banyak klub di Indonesia, kami berharap Alfredo Vera bisa membantu PSIS dari sisi teknis. Kehadirannya diharapkan mampu mengangkat performa tim,” katanya.
Misi yang diemban Vera tentu tidak ringan. Secara klasemen, situasi PSIS masih genting. Mereka nangkring di peringkat ke-9 Grup Timur dengan 11 poin dari 18 laga. Masih terpaut tiga poin dari Persiba Balikpapan yang berada tepat di atas garis degradasi.
Memang, ada secercah harapan sempat muncul. Tujuh laga terakhir, PSIS tiga kali berhasil menjaga gawangnya tak kebobol sebuah catatan yang jarang mereka raih sebelumnya. Tapi masalahnya, inkonsistensi masih menghantui. Buktinya, tiga pertandingan terakhir justru jadi mimpi buruk: lini belakang bobol enam kali. Itu pekerjaan rumah yang sangat besar.
Kompetisi makin ketat. Waktu pun makin sempit. Penunjukan Alfredo Vera adalah langkah pertama, tapi pertanyaan besarnya masih menggantung: siapa yang akan duduk di kursi pelatih kepala? Siapa yang akan memimpin Mahesa Jenar di medan laga yang krusial ini?
Jawabannya, mungkin baru akan terlihat ketika putaran ketiga benar-benar dimulai.
Artikel Terkait
Lutut Mateta Jadi Penghalang Terakhir Transfer ke Milan
PSM dan Semen Padang Saling Tahan, Klasemen Makin Pelik
Tomas Trucha Terancam Usai PSM Gagal Taklukkan Tim Papan Bawah
Arsenal Incar Striker Muda Hearts dengan Status Pinjaman