Ini tentu jadi perhatian serius bagi tim pelatih. Jadwal padat di putaran kedua menuntut konsistensi. Tavares berharap, dengan bantuan departemen medis, kondisi Paraiba dan kawan-kawan segera pulih. “Kami berharap pemain pulih, karena saya pikir itu penting,” ujarnya.
Kemenangan itu mengubah peta klasemen. Persebaya melompat ke peringkat enam dengan 31 poin. PSIM, di sisi lain, terpental ke posisi tujuh dengan 30 poin. Persaingan di papan tengah semakin panas saja.
Fokus Persebaya kini sudah beralih. Minggu depan, mereka akan menjamu Dewa United di Stadion Gelora Bung Tomo. Ini ujian berikutnya bagi Bruno Paraiba dan kawan-kawan. Apakah dampak positif transfer mereka bisa bertahan?
Soal Bruno Paraiba sendiri, pemain ini memang dirancang untuk skema Tavares. Striker kelahiran Brasil itu punya fisik kuat dan mobilitas tinggi. Gaya bermainnya yang keras dan suka menekan cocok dengan filosofi Persebaya.
Yang menarik, meski baru datang, statistiknya langsung berbicara. Satu gol di debutnya adalah sinyal bagus. Sebelum ke Surabaya, dia punya pengalaman di liga Amerika Selatan dan Asia. Perannya bukan cuma sebagai pencetak gol, tapi juga pemantul bola dan pembuka ruang bagi rekan.
Jadi, kontribusinya tak cuma diukur dari gol. Kemampuannya menekan bek lawan dan membantu pertahanan sama berharganya. Jika kondisi fisiknya terus membaik, Bruno Paraiba berpotensi jadi pilar penting Persebaya hingga akhir musim nanti.
Artikel Terkait
Persija Juarai Klasemen Penonton Super League 2025/2026
Indonesia Kirim 17 Wakil ke Kejuaraan Asia 2026, Ganda Putra Jadi Sorotan
Frans Putros Dipanggil Timnas Irak untuk Persiapan Play-off Piala Dunia
AFC Jatuhkan Sanksi, Malaysia Kalah WO dan Gagal ke Piala Asia 2027