Persebaya Gacor! PSIM Dibantai 3-0 Berkat Manajemen Sehat dan Taktik Cerdas Tavares

- Senin, 26 Januari 2026 | 12:00 WIB
Persebaya Gacor! PSIM Dibantai 3-0 Berkat Manajemen Sehat dan Taktik Cerdas Tavares

Persebaya Gacor, PSIM Dibantai 3-0 di Bung Tomo

SURABAYA – Ada yang berbeda dengan Persebaya. Di bawah manajemen baru, mereka tampil beringas. Buktinya? PSIM Yogyakarta dilumat 3-0 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (25/1/2026). Kombinasi manajemen sehat dan taktik cerdas Bernardo Tavares berbuah manis.

Faktanya, gaji yang lancar ternyata berdampak langsung. Pemain lebih fokus. Di lapangan, instruksi Tavares soal transisi cepat dijalankan dengan sempurna. Hasilnya, serangan Green Force jadi sangat mematikan.

Yang menarik, dua pemain asing baru langsung mencetak gol di debut mereka di putaran kedua Super League 2025/2026 ini. Bruno Paraiba dan Jefferson Silva, namanya. Satu gol lagi disumbang Rahmat Irianto. Adaptasi? Bukan masalah bagi mereka.

Bernardo Tavares memang menunjukkan kelasnya. Penguasaan bola Persebaya cuma 20 persen, lho. Tapi jangan salah, efisiensi mereka di depan gawang lawan luar biasa. Tavares berani mainkan pemain baru, dan keputusannya langsung terbayar.

Usai laga, pelatih asal Portugal itu terlihat puas.

"Tim kami berkembang pesat di babak kedua, terutama para pemain yang baru masuk ke dalam permainan. Mereka memberikan dampak instan," ujarnya.

Statistik yang Bicara

Persebaya bermain sangat klinis. Coba lihat angkanya: dari 12 tembakan, 6 diantaranya tepat sasaran. Nilai expected goals (xG) mereka mencapai 2,7. Artinya, hampir setiap peluang yang mereka ciptakan punya kualitas tinggi dan berbahaya.

Pertahanan juga solid. Tim kolektif banget. Ada 29 intersep dan 20 sapuan berhasil dilakukan, membuat PSIM kesulitan membangun serangan. Rekor disiplin juga terjaga, cuma 7 pelanggaran sepanjang 90 menit.

Rahasia di Balik Ketangguhan Persebaya

Kemenangan ini bukan kebetulan. Ada korelasi jelas antara kebijakan manajemen dan performa lapangan.

Dalam sepakbola profesional, kepastian hak pemain adalah fondasi. Dengan gaji lancar, beban pikiran di luar lapangan hilang. Pemain seperti Bruno Moreira dan kawan-kawan bisa menyerap skema rumit Tavares dengan kepala jernih.

Taktiknya sendiri sederhana: Tavares tak peduli soal penguasaan bola. Dia lebih mengutamakan disiplin posisi dan permainan cepat. Timnya menarik lawan, lalu menghajar balik lewat transisi kilat. Skema ini persis yang dulu sukses di PSM Makassar, dan kini membuat PSIM kelimpungan.

Kedatangan Bruno Paraiba dan Jefferson Silva yang langsung berkontribusi juga jadi sinyal penting. Manajemen dan pelatih satu visi. Pemain yang didatangkan adalah tipe "siap pakai" dan cocok dengan skema permainan cepat.

Efeknya, persaingan di dalam skuad jadi sehat. Setiap pemain, tua atau baru, merasa punya kesempatan sama. Intensitas permainan pun terjaga hingga peluit panjang berbunyi.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar