Hodak Minta Penyesuaian Jadwal Liga Demi Persiapan Hadapi Ratchaburi di ACL

- Kamis, 01 Januari 2026 | 14:06 WIB
Hodak Minta Penyesuaian Jadwal Liga Demi Persiapan Hadapi Ratchaburi di ACL

Hasil undian babak gugur ACL 2 akhirnya keluar. Di Kuala Lumpur, Selasa lalu, nasib menentukan bahwa Persib Bandung akan berjumpa dengan wakil Thailand, Ratchaburi FC, di babak 16 besar. Laga ini dijadwalkan berlangsung awal tahun depan.

Bojan Hodak, sang pelatih, tentu punya ambisi besar. Ia ingin timnya bisa melangkah jauh di kompetisi Asia ini. Namun begitu, ada satu hal yang mengganjal: jadwal. Padatnya kalender pertandingan jadi tantangan serius yang harus diatasi sejak sekarang.

“Kami sedang fokus mengajukan penjadwalan ulang di liga,” ujar Hodak.

Alasannya jelas. Ada periode di mana Maung Bandung harus main tiga kali dalam dua pekan saja. Itu berat. Menurutnya, kalau penyesuaian jadwal di Liga Super 2025/26 bisa disepakati dengan PSSI dan pihak liga, persiapan bakal lebih ideal. “Peluang kami untuk lolos sangat terbuka. Ada banyak hal positif yang bisa kami ambil,” tambahnya penuh keyakinan.

Jadi, bagaimana jadwalnya nanti? Rencananya, leg pertama digelar di kandang Ratchaburi pada 11 Februari. Sementara pertandingan kedua baru berlangsung seminggu kemudian, tepatnya 18 Februari, di Stadion GBLA Bandung. Di sisi lain, jadwal domestik Persib di bulan yang sama cukup padat: hadapi Malut United (6/2, kandang), lalu tandang ke Borneo FC (16/2), sebelum kembali ke kandang melawan Persita (22/2) dan Madura United (26/2).

Hodak sendiri tampak cukup optimistis menghadapi Ratchaburi. Ia melihat ini sebagai lawan yang bisa dihadapi dan ditantang. Faktor pendukung juga ada di tangan.

“Kami diuntungkan karena laga kedua dimainkan di Stadion GBLA. Jika stadion penuh, seperti yang sering saya katakan, situasinya tentu tidak mudah bagi tim tamu,” pungkasnya.

Kini, semua mata tertuju pada proses negosiasi penjadwalan. Itu kunci sebelum pertarungan sesungguhnya di lapangan hijau nanti.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar