Di Balik Emas Diva Renatta: Lompatan Rekor yang Diukir oleh Cinta Keluarga

- Kamis, 01 Januari 2026 | 11:00 WIB
Di Balik Emas Diva Renatta: Lompatan Rekor yang Diukir oleh Cinta Keluarga

Prestasi Diva Renatta Jayadi di SEA Games 2025 memang luar biasa. Tapi, kisah di balik medali emas itu mungkin lebih menarik lagi. Semuanya berawal dari dukungan keluarga, yang ternyata jadi kekuatan terbesarnya.

Di Stadion Supachalasai, Bangkok, atlet berusia 23 tahun itu berhasil mencatat lompatan setinggi 4,35 meter. Angka itu tak cuma membawanya ke podium tertinggi cabang lompat galah, tapi sekaligus memecahkan rekor nasional dan rekor SEA Games. Bahkan, loncatannya tercatat sebagai yang tertinggi se-Asia Tenggara. Sebuah pencapaian yang fantastis.

“Saya memecahkan rekor nasional dan juga rekor SEA Games. Senang banget akhirnya bisa menyumbangkan medali emas,” ujar Diva.

Ia menambahkan, “Emas ini sangat berarti untuk saya, segalanya. Perasaannya benar-benar tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.”

Rasa syukur yang mendalam itu jelas terasa. Bagi Diva, momen ini adalah lecutan untuk terus berkembang dan mengharumkan nama Indonesia di kancah yang lebih luas.

Namun begitu, sorotan kamera dan sorak-sorai penonton hanyalah puncak gunung es. Perjalanan menuju sana dipenuhi peran vital orang-orang terdekat. Ayahnya, Nunung Jayadi, yang dulu juga atlet lompat galah, adalah inspirasinya sejak awal. Dari sanalah bibit itu tumbuh.

Di sisi lain, sang ibu hadir sebagai penopang emosional. Dukungan tanpa henti dari kedua orang tuanya itulah yang membuat Diva bisa bertahan, berjuang, dan akhirnya bersinar di Bangkok.

“Terima kasih untuk ayah. Dia sangat mendukung saya. Begitu juga mama. Mereka selalu mendukungku sampai di titik ini dan membantu aku untuk terus berjuang,” katanya dengan penuh rasa haru.

Tak lupa, apresiasi juga ditujukan untuk Fredrick Saputra, pelatihnya. Dedikasi sang pelatih dalam membimbing dirinya disebut Diva sebagai bagian tak terpisahkan dari kesuksesan ini.

“Terima kasih juga untuk pelatih, dia banyak bantu saya,” tutupnya.

Jadi, beginilah kisahnya. Sebuah medali emas yang berkilau, diukir bukan hanya oleh latihan keras seorang atlet, tetapi juga oleh cermatnya seorang pelatih dan, yang paling utama, oleh pondasi cinta dari sebuah keluarga.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar