Di sisi lain, sang ibu hadir sebagai penopang emosional. Dukungan tanpa henti dari kedua orang tuanya itulah yang membuat Diva bisa bertahan, berjuang, dan akhirnya bersinar di Bangkok.
“Terima kasih untuk ayah. Dia sangat mendukung saya. Begitu juga mama. Mereka selalu mendukungku sampai di titik ini dan membantu aku untuk terus berjuang,” katanya dengan penuh rasa haru.
Tak lupa, apresiasi juga ditujukan untuk Fredrick Saputra, pelatihnya. Dedikasi sang pelatih dalam membimbing dirinya disebut Diva sebagai bagian tak terpisahkan dari kesuksesan ini.
“Terima kasih juga untuk pelatih, dia banyak bantu saya,” tutupnya.
Jadi, beginilah kisahnya. Sebuah medali emas yang berkilau, diukir bukan hanya oleh latihan keras seorang atlet, tetapi juga oleh cermatnya seorang pelatih dan, yang paling utama, oleh pondasi cinta dari sebuah keluarga.
Artikel Terkait
Ferguson dan Kaka: Kisah Ballon dOr yang Tak Membekas di Hati Sang Legenda
Hodak Minta Penyesuaian Jadwal Liga Demi Persiapan Hadapi Ratchaburi di ACL
Tahun 2026, Kalender Padat Menanti Para Petarung Bulu Tangkis Indonesia
Setelah Gagal ke Piala Dunia, Agenda Padat Timnas Indonesia Menanti di 2026