“Kita sudah mempersiapkan sekuat tenaga, anak-anak sudah main total, sudah berbagai strategi dilakukan tapi keberuntungan belum ada di kita,” lanjut Imam.
Di sisi lain, kehadiran pelatih Brasil itu diharapkan bisa memberi suntikan segar. Bukan cuma soal taktik dan teknik, tapi juga mental bertanding. PBVSI berharap pendekatan baru dari negara yang dikenal kuat tradisi volinya bisa membawa warna berbeda.
“Mudah-mudahan bisa memberikan warna dan motivasi baru agar prestasi kita lebih baik di Asian Games 2026,” harap Imam.
Selain pergantian pelatih, komposisi pemain juga akan ditinjau ulang. Meski demikian, apresiasi tinggi tetap diberikan untuk perjuangan para atlet. “Saya berterima kasih kepada atlet yang sudah berjuang luar biasa dan dukungan masyarakat yang sangat besar,” ucap Imam.
Di tengah fokus pada tim putra, kabar baik datang dari cabang lain. Tim voli pantai putra sukses mempertahankan emas setelah mengalahkan Thailand di final Chonburi. Sementara tim putri berhasil meraih perunggu, sesuai target yang ditetapkan. Setidaknya, ada cerita manis yang bisa sedikit meredakan rasa kecewa atas perak di nomor putra.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Targetkan Perbaikan di Moto3 AS Usai Raih Podium Bersejarah
Marquez Siap Rebut Tahta COTA dari Bezzecchi di MotoGP AS 2026
Persebaya Incar Ramadhan Sananta dan Victor Dethan untuk Proyek Ambisius Bernardo Tavares
FIFA Tolak Sanksi untuk Israel, Abaikan Putusan dan Kritik ICJ