Atmosfer pertandingan di Kumamoto mendapat apresiasi positif dari Gregoria. Dia menyoroti sikap sportif penonton tuan rumah yang mendukung kedua pemain dengan adil. Pengalaman bermain di Kumamoto sebelumnya membuatnya merasa nyaman meski harus berhadapan dengan pemain lokal.
Menghadapi semifinal melawan Chiu Phin-Chian, Gregoria mempertahankan pendekatan rendah tekanan. Strateginya adalah dengan mengevaluasi performa hari ini sambil mempelajari pola permainan lawan. Dengan menjaga fokus pada persiapan teknis, Gregoria berharap dapat menampilkan permainan terbaiknya.
Pendekatan mental ini menjadi kunci Gregoria dalam menjaga stabilitas performa di turnamen bulutangkis BWF. Semifinal Kumamoto Masters 2025 menjadi kesempatan berharga baginya untuk memperkuat posisi sebagai tunggal putri Indonesia yang konsisten di kancah internasional.
Artikel Terkait
PV Sindhu Kembali Dominan, Targetkan Kejuaraan Dunia di Depan Publik Sendiri
Indonesia Womens Open 2026 Guncang Asia Pasifik dengan Hadiah Rp10 Miliar
Tendangan Brutal di Liga 4 Jatim Berujung Hukuman Sepanjang Hayat
Nova Arianto Tak Masuk Daftar, Herdman Buka Peluang untuk Pelatih Lokal