Polda Riau Jadi Tujuan Belajar Inovasi 'Out of the Box' bagi Calon Pimpinan Polri
Polda Riau baru-baru ini mendapat kunjungan istimewa dari para calon pimpinan Polri. Sebanyak 32 perwira yang terdiri dari peserta Sekolah Pimpinan Menengah (Sespimen) dan Sekolah Pimpinan Pertama (SPPK) Angkatan ke-2 mengadakan Kunjungan Kerja Profesi (KKP) dan Focus Group Discussion (FGD) di markas besar Polda Riau. Tujuannya adalah untuk menimba ilmu langsung dari berbagai program kepolisian inovatif yang diterapkan di Riau.
Sambutan Hangat dan Filosofi Kepemimpinan Presisi
Wakil Kepala Polda Riau, Brigjen Pol Jossy Kusumo, secara resmi menyambut kedatangan rombongan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus platform berbagi pengetahuan untuk meningkatkan profesionalisme di tubuh kepolisian.
Kegiatan KKP ini mengusung tema besar tentang mewujudkan pimpinan menengah Polri yang bermoral prediktif dengan prinsip Responsibilitas, Transparansi, dan Berkeadilan (Presisi) untuk mendukung Indonesia Maju. Brigjen Jossy menjelaskan filosofi mendalam di balik tugas seorang perwira Polri, yang intinya adalah menjaga "tuah" dan "marwah".
"Melindungi tuah bermakna merawat keberkahan dari Tuhan, sedangkan menjaga marwah adalah tentang memelihara kehormatan diri, institusi, dan masyarakat dengan sikap ramah, santun, dan berintegritas," jelas Jossy. Prinsip ini, menurutnya, sejalan sempurna dengan semangat Presisi yang humanis, responsif, dan transparan.
Mengapa Polda Riau Dipilih? Karena Inovasinya yang Unik
Brigjen Pol Nurcholis, Ketua Tim Supervisor dari Sespim Lemdiklat Polri, mengungkapkan alasan spesifik di balik pemilihan Polda Riau sebagai lokus KKP. Menurutnya, Polda Riau menawarkan banyak pelajaran berharga melalui berbagai kegiatan yang inovatif dan 'out of the box'.
"Kami mengamati media sosial Kapolda Riau dan melihat langsung berbagai kegiatan positif Polda Riau. Banyak di antaranya yang bersifat unik dan merupakan bentuk pemolisian yang sesuai dengan karakteristik wilayah Riau," ungkap Brigjen Nurcholis.
Inovasi-inovasi yang digagas Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, dianggap sangat relevan untuk dijadikan bahan studi dan laporan penugasan bagi para peserta Sespimen dan SPPK. Para perwira didorong untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dan mengaplikasikan teori yang mereka dapatkan di bangku pendidikan.
Peran Strategis SPPK dan Masa Depan Kepemimpinan Polri
Brigjen Nurcholis juga memaparkan pentingnya program SPPK yang masih tergolong baru. SPPK dirancang sebagai jalur bagi perwira sumber sarjana untuk meningkatkan karier hingga jenjang Komisaris Besar (Kombes) dan diproyeksikan mengisi jabatan-jabatan perwira menengah strategis.
"Sespimen dikenal sebagai calon Kapolres, namun tidak menutup kemungkinan lulusan SPPK juga akan menjadi Kapolres, bahkan Kapolda di masa depan," tegas Brigjen Nurcholis.
Kegiatan KKP dan FGD ini diharapkan menjadi sarana strategis bagi para calon pimpinan Polri untuk mengasah kemampuan, memperluas wawasan, dan mempelajari kearifan lokal. Pada akhirnya, pengalaman ini akan memperkuat komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Indonesia.
Artikel Terkait
Madura United Tunjuk Jose Gomes sebagai Pelatih Baru untuk Musim 2026-2027
Transportasi Umum di Jakarta Digratiskan 27-28 Juni 2026 dalam Rangka HUT ke-499 Kota
Pertamina Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 per 10 Juni 2026, Masing-masing Tembus Rp16.250 dan Rp17.000 per Liter
Hakim Banding Perberat Kewajiban Uang Pengganti Ariyanto Bakri Jadi Rp21,6 Miliar, Hukuman 16 Tahun Penjara Tetap