Fahri juga mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam. Ia menegaskan bahwa bahkan untuk semen tiga zak pun masih ada upaya pengurangan kualitas. Ia mendesak agar pihak kepala proyek dan konsultan pengawas dievaluasi secara menyeluruh karena dinilai telah mempermalukan masyarakat dengan praktik curang tersebut.
Kejadian ini memicu gelombang kemarahan di media sosial. Banyak netizen yang menduga adanya praktik mark up atau pengurangan bahan dalam pelaksanaan proyek, yang berujung pada pembangunan infrastruktur yang tidak memenuhi standar keamanan dan kekuatan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang setempat belum memberikan pernyataan atau tanggapan resmi terkait temuan kecurangan dalam proyek pondasi tiang listrik ini. Masyarakat menunggu tindak lanjut dan investigasi lebih lanjut untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab.
Artikel Terkait
Liverpool Hentikan Tren Buruk, Kalahkan Fulham 2-0 di Anfield
Jordan Ivy-Curry Pamit dari IBL, All-Star 2026 Jadi Penampilan Terakhir
Pameran Nasional Tatah 2026 Digelar di Jakarta untuk Hidupkan Kembali Seni Ukir Jepara
AC Milan Dibantai Udinese 3-0 di San Siro