Fahri juga mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam. Ia menegaskan bahwa bahkan untuk semen tiga zak pun masih ada upaya pengurangan kualitas. Ia mendesak agar pihak kepala proyek dan konsultan pengawas dievaluasi secara menyeluruh karena dinilai telah mempermalukan masyarakat dengan praktik curang tersebut.
Kejadian ini memicu gelombang kemarahan di media sosial. Banyak netizen yang menduga adanya praktik mark up atau pengurangan bahan dalam pelaksanaan proyek, yang berujung pada pembangunan infrastruktur yang tidak memenuhi standar keamanan dan kekuatan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang setempat belum memberikan pernyataan atau tanggapan resmi terkait temuan kecurangan dalam proyek pondasi tiang listrik ini. Masyarakat menunggu tindak lanjut dan investigasi lebih lanjut untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab.
Artikel Terkait
Ara Tegaskan Huntap Korban Bencana Harus Penuhi Tiga Syarat Krusial Ini
Putra Mahkota Terakhir Iran Serukan Trump Bertindak Saat Protes Memanas
Dua Pelaku Penusukan di Kemang Diringkus di Surabaya Saat Hendak Kabur
Jadwal Imsakiyah Digital 2026 Sudah Rilis, Ini Cara Mengeceknya