Korban Ledakan SMAN 72 Lukman Hafiz Tulis Pesan: Harus Diusut Tuntas - Kondisi Terkini Luka Bakar 40%

- Selasa, 11 November 2025 | 22:25 WIB
Korban Ledakan SMAN 72 Lukman Hafiz Tulis Pesan: Harus Diusut Tuntas - Kondisi Terkini Luka Bakar 40%
Korban Ledakan SMAN 72 Tulis Pesan: "Harus Diusut Tuntas" - Update Kondisi Terkini

Korban Ledakan SMAN 72 Tulis Pesan Mendesak: "Kasus Ini Harus Diusut Tuntas"

Sejumlah korban ledakan yang terjadi di SMAN 72 Jakarta Utara masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Sebuah pesan mengharukan ditulis oleh salah satu korban, Lukman Hafiz yang berusia 16 tahun, yang meminta agar kasus ini diselidiki secara tuntas.

Kondisi Lukman Hafiz saat ini masih sangat memprihatinkan. Ia bahkan belum dapat berbicara secara langsung karena masih tergantung pada alat bantu pernapasan atau ventilator. Ayahnya, Andri, menyampaikan bahwa putranya tersebut baru saja menjalani operasi untuk kedua kalinya.

Pesan yang ditulis Lukman dalam secarik kertas berbunyi jelas: 'Tolong, Ma, Ayah. Ini harus diusut'. Andri, sang ayah, kemudian menunjukkan pesan tertulis ini kepada para wartawan di RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Selasa (11/11/2025).

Andri menjelaskan maksud dari pesan anaknya tersebut adalah sebuah permohonan kepada seluruh jajaran kepolisian, mulai dari Polres, Kapolda, hingga Kapolri, untuk mengusut kasus ledakan ini secara transparan. "Saya minta diusut karena itu permintaan dari anak saya," tegas Andri.

Menurut penuturan Andri, proses pengusutan yang jelas akan memberikan harapan dan semangat lebih bagi Lukman yang masih berjuang di rumah sakit. Keluarga sangat berharap identitas pelaku segera terungkap. "Perlu orang tua korban ini tahu biar saya sampaikan ke anaknya, biar dia lebih semangat lagi buat sembuh. Jadi jangan ditutupi. Kalau bisa terbuka lah," tambahnya.

Kondisi Kesehatan Korban Ledakan SMAN 72: Luka Bakar 40 Persen

Andri menceritakan bahwa putranya, Lukman, berada sangat dekat dengan pusat ledakan. Akibatnya, ledakan hebat itu menyebabkan wajah dan sebagian besar tubuhnya mengalami luka bakar yang serius.

"Kata dokter, dari keseluruhan tubuh itu sekitar 30-40 persen. Jadi di bagian sebelah kiri itu kena semua dari kepala sampai kaki. Pokoknya bagian kiri itu semuanya kena," ujar Andri menggambarkan kondisi anaknya.

Luka bakar yang diderita Lukman dikategorikan sangat parah, bahkan hingga menyebabkan otot dan tulang di bagian kakinya terlihat. Meskipun telah sadar, perjuangan Lukman masih sangat panjang. "Ini operasi yang kedua hari ini. Yang pertama membahas bagian kulitnya dulu yang luka bakar, karena lukanya parah banget," ungkap Andri.

Andri juga berbagi cerita tentang reaksinya saat pertama kali menerima kabar bahwa anaknya menjadi korban ledakan. Awalnya, ia tidak menyangka bahwa ledakan tersebut disebabkan oleh bom. "Saya juga nggak tahu. Katanya di sekolah itu ada ledakan. Kayak itu ternyata nyampai di sini itu bom," kenangnya.

Rasa kaget dan panik langsung menyergapnya, terutama setelah mengetahui bahwa posisi Lukman sangat dekat dengan sumber ledakan. "Posisi ya itu dekat bomnya. Sebelah sini (menunjuk kiri belakang). Pokoknya di samping belakang sedikit, sebelah kiri bomnya," pungkas Andri.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar