Portal Satu Data Jakarta Resmi Diluncurkan, Dasar Pengambilan Kebijakan Publik
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi meluncurkan Portal Satu Data Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa portal data terintegrasi ini akan menjadi fondasi utama dalam proses pengambilan keputusan pemerintah daerah.
Era Baru Pengambilan Keputusan Berbasis Data
Menurut Pramono Anung, saat ini merupakan momentum tepat untuk menggunakan data sebagai acuan utama dalam menentukan kebijakan. "Keputusan yang diambil tanpa landasan data akan kehilangan arah yang jelas. Karena itulah, kami berkomitmen memastikan setiap kebijakan di Jakarta berbasis pada data yang akurat dan dapat diakses publik," jelas Pramono dalam peluncuran di Gedung AA Maramis, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat.
Kolaborasi Strategis Jamin Keamanan dan Akurasi Data
Kerja sama antara Pemprov DKI dengan BPS dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menjamin kualitas dan keamanan data dalam portal tersebut. Pemanfaatan data yang optimal diharapkan dapat menghasilkan kebijakan publik yang lebih efektif dan tepat sasaran bagi masyarakat Jakarta.
Dampak Positif bagi Pembangunan Ibu Kota
Kehadiran Portal Satu Data Jakarta akan mempercepat proses pengambilan keputusan di berbagai sektor strategis, termasuk pendidikan, infrastruktur, dan pelayanan publik. Integrasi data dari berbagai instansi pemerintah ini membuat proses kebijakan menjadi lebih cepat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dukungan Penuh dari Badan Pusat Statistik
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan bahwa peluncuran portal ini merepresentasikan kolaborasi konstruktif antara BPS dan Pemprov DKI Jakarta. BPS berkomitmen mendukung penyediaan data statistik berkualitas yang berdampak signifikan terhadap pembangunan Jakarta.
Pencapaian Pembangunan DKI Jakarta
Beberapa indikator positif mencatatkan perkembangan menggembirakan. Tingkat kemiskinan DKI Jakarta pada Maret 2025 tercatat sebesar 4,28 persen, lebih rendah dari angka nasional yang mencapai 8,47 persen. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) DKI mencatat skor 85,05 poin, tertinggi di Indonesia dan masuk kategori sangat tinggi.
Artikel Terkait
iFortepay Luncurkan Layanan QRIS Tanpa Syarat Buka Rekening Bank Baru
Diplomat Norwegia Mundur Usai Namanya Muncul dalam Dokumen Epstein
Limbah Kebakaran Pabrik Pestisida Cemari Sungai Cisadane, KLH Ambil Sampel Air
Iwa K Bantah Tudingan sebagai Ayah Kandung Putri Denada