Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta di RS Yarsi: Semangat Belajar untuk Masuk ITB dari ICU

- Sabtu, 08 November 2025 | 20:45 WIB
Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta di RS Yarsi: Semangat Belajar untuk Masuk ITB dari ICU
Kondisi Terkini Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta di RS Yarsi | Semangat Belajar di Ruang ICU

Update Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta: Semangat Belajar Kembali di Ruang Perawatan

Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, melakukan kunjungan langsung untuk menjenguk para siswa korban ledakan di SMAN 72 Jakarta. Kunjungan ini dilakukan di Rumah Sakit Yarsi, Jakarta Pusat, dimana Arifatul menyoroti semangat belajar dan motivasi tinggi para korban yang masih dirawat.

Arifatul menceritakan bahwa kondisi beberapa korban sudah membaik dan dapat diajak berkomunikasi. "Mereka saling menghibur di antara kamar perawatan. Menurut cerita suster, mereka mengobrol bersama sambil membawa infus, mungkin ini bagian dari proses penyembuhan psikologis mereka untuk tidak terus mengingat kejadian traumatis," ujarnya pada Sabtu (8/11/2025).

Data Terkini Korban yang Dirawat di RS Yarsi

Berdasarkan informasi terbaru, tercatat sebanyak 15 siswa korban ledakan yang masih menjalani perawatan di RS Yarsi. Dari jumlah tersebut, 14 orang sudah berada di ruang rawat inap biasa, sementara satu korban lainnya masih membutuhkan perawatan intensif dan ditempatkan di ruang ICU.

Kisah Inspiratif: Semangat Masuk ITB dari Ruang ICU

Menteri PPPA juga mengungkapkan kondisi mengharukan dari satu korban yang dirawat di ICU. Meski dalam keadaan kritis, siswa tersebut masih menunjukkan tekad yang kuat untuk mengejar cita-citanya kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Menurut penuturan dokter, sebelum tindakan operasi, anak ini justru bertanya, 'Berapa lama operasinya? Karena saya mau ikut bimbingan belajar'," tutur Arifatul. "Cita-citanya masuk ITB sangat kuat. Dalam kondisi seperti itu, semangatnya sungguh luar biasa. Tugas kami saat ini adalah memberikan dukungan dan semangat, terutama kepada orang tua korban," sambungnya.

Pernyataan Empati dan Ajakan Kolaborasi

Di akhir kunjungan, Arifatul menyampaikan rasa prihatin dan empati mendalam atas musibah yang menimpa para siswa dan keluarganya. Dia menekankan pentingnya kerja sama semua pihak dalam mencari solusi dan pemulihan pasca-kejadian. "Kami prihatin dan menyampaikan empati untuk keluarga korban. Namun, kita juga harus bersama-sama mencari solusi terbaik melalui kolaborasi dengan berbagai pihak," pungkasnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar