Ledakan SMAN 72 Diduga Dipicu Medsos, KPAI Soroti Pengawasan Orang Tua

- Sabtu, 08 November 2025 | 16:05 WIB
Ledakan SMAN 72 Diduga Dipicu Medsos, KPAI Soroti Pengawasan Orang Tua
Pengaruh Media Sosial Terhadap Ledakan SMAN 72: KPAI Soroti Pentingnya Pengawasan Konten dan Anak

Pengaruh Media Sosial Diduga Picu Ledakan di SMAN 72 Jakarta, KPAI Ingatkan Pengawasan Orang Tua

Ketua KPAI, Margaret Aliyatul Maimunah, menyoroti dugaan kuat pengaruh konten media sosial terhadap siswa pelaku ledakan SMAN 72 Jakarta Utara. Ia menekankan bahwa konten negatif di media sosial perlu menjadi perhatian serius semua pihak.

"Karena dari hasil pengawasan, ternyata ada dugaan bahwa ada pengaruh konten di medsos," ujar Margaret setelah menjenguk korban di RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (8/11/2025).

KPAI Minta Kemenkominfo Perketat Sistem Perlindungan Konten Negatif

Margaret secara khusus meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk menerapkan sistem perlindungan yang lebih ketat guna memblokir konten negatif di platform media sosial. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan ruang digital yang aman bagi anak-anak.

"Saya kira ini perlu menjadi atensi, terutama Kemenkominfo mungkin butuh ada upaya sistem perlindungan yang lebih ketat lagi terkait dengan konten-konten negatif apapun itu bentuk konten negatifnya. Supaya bisa memberikan perlindungan kepada anak-anak," jelas Margaret lebih lanjut.

Peran Orang Tua dalam Pengawasan Aktivitas Anak di Dunia Maya

Selain peran pemerintah, Margaret juga mengingatkan para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, tidak hanya di dunia nyata tetapi juga di dunia maya.

"Dan tentu juga atensi kepada seluruh orang tua, ternyata upaya pengawasan kepada anak tidak hanya terkait dengan aktivitas di dunia nyata tetapi juga aktivitas anak-anak saat berada di dunia maya atau di dunia siber," tegasnya.

Pentingnya Pemulihan Fisik dan Trauma Healing bagi Korban dan Saksi

Menyusul insiden tersebut, Margaret mendorong agar proses pemulihan tidak hanya berfokus pada luka fisik, tetapi juga pada pemulihan psikologis atau trauma healing. Dukungan ini tidak hanya untuk korban yang terluka, tetapi juga bagi seluruh siswa yang menyaksikan kejadian ledakan.

"Saya kira juga selain penanganan fisik, tetapi penanganan untuk trauma healingnya, untuk psikisnya juga menjadi sangat perlu. Tidak hanya bagi anak-anak yang mengalami luka, tetapi juga anak-anak yang ada di sekolah SMA N 72 tentu butuh pendampingan untuk mengatasi trauma healingnya," pungkas Margaret.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar