Komdigi Blokir 2,4 Juta Situs Judi Online dalam Dua Pekan, Transaksi Judol Anjlok 57%
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berhasil memblokir 2,4 juta situs dan konten judi online (judol) dalam periode 20 Oktober hingga 2 November 2025. Aksi penutupan massal ini mendapatkan apresiasi dari anggota Komisi I DPR RI, Farah Puteri Nahlia.
"Saya sangat mengapresiasi pemerintah, khususnya Komdigi, atas volume kerja yang luar biasa ini. Berhasil memblokir lebih dari 2,4 juta situs dan konten judol dalam waktu sesingkat itu bukanlah hal mudah," ujar Farah dalam keterangannya, Jumat (7/11/2025).
Farah menambahkan bahwa langkah ini menunjukkan peningkatan kapasitas teknis yang signifikan. "Ini membuktikan bahwa Komdigi kini memiliki sistem crawling dan mekanisme takedown yang jauh lebih responsif dan efektif untuk memberantas judol," lanjutnya.
Pemutusan Aliran Dana dan Kolaborasi dengan PPATK
Selain memblokir akses, Komdigi juga melaporkan sebanyak 23.604 rekening yang terafiliasi dengan judol kepada PPATK untuk segera ditangani dan dibekukan. Farah menilai sinergi antara Komdigi dan PPATK ini merupakan hal yang krusial dalam memutus mata rantai judi online.
"Kolaborasi Komdigi dan PPATK ini sangat krusial. Komdigi tidak hanya memutus akses di hulu, tapi juga proaktif memutus aliran dana di hilir. Ini langkah taktis yang sangat tepat," tambahnya.
Data Bukti Keberhasilan: Transaksi Judi Online Anjlok
Efektivitas kebijakan kolaboratif ini terbukti dengan data dari PPATK. Berdasarkan data tersebut, terjadi penurunan angka transaksi judol hingga 57% dan penurunan nilai deposit pemain hingga 45% pada tahun 2025.
"Data ini berbicara. Ini merupakan indikator keberhasilan yang kuat dan membuktikan bahwa kebijakan yang diterapkan pemerintah sudah sangat tepat sasaran," ujar Farah.
Judol Jadi Prioritas Nasional di Bawah Kepemimpinan Prabowo
Farah juga menyoroti komitmen Presiden Prabowo Subianto yang telah menjadikan isu judol sebagai prioritas nasional. Ia menegaskan akan mengawal kasus judol hingga tuntas.
"Sikap Presiden yang menyebut judol sebagai 'kejahatan terorganisir lintas negara' sangat tepat. Ini secara resmi mengangkat isu judol dari sekadar masalah sosial-kriminal biasa menjadi ancaman serius," jelasnya.
Farah berkomitmen untuk mendukung langkah diplomasi pemerintah dengan negara-negara sahabat guna memberantas sindikat judi online internasional hingga ke akar-akarnya.
Sebelumnya, Menkominfo Meutya Hafid mengungkapkan bahwa total situs dan konten terkait judol yang berhasil ditutup mencapai 2.458.934, dengan jumlah situs yang dilenyapkan hingga lebih dari 2,1 juta.
Artikel Terkait
Lenovo Rilis ThinkBook 14+ dan 16+ 2026 dengan Prosesor AI 50 TOPS dan Port TGX
Real Madrid Incar Vitinha PSG untuk Perkuat Lini Tengah
Bangunan Tua Runtuh di Tripoli, Lima Tewas Termasuk Anak dan Lansia
Gubernur DKI Pimpin Kerja Bakti Massal Jaga Jakarta Bersih