Di tengah hiruk-pikuk Kabupaten Tangerang, Banten, terselip sebuah kelurahan dengan nama yang kerap memicu senyum: Bencongan. Terletak di Kecamatan Kelapa Dua, kelurahan ini menyimpan sejarah panjang yang jarang diketahui orang. Nama yang terdengar unik ini ternyata tidak ada hubungannya dengan kata 'bencong' dalam KBBI, melainkan berasal dari nama seorang tokoh Tionghoa pada masa lampau.
Kelurahan Bencongan dikenal sebagai salah satu lokasi proyek perumahan rakyat (Perumnas) pada era Orde Baru. Selain itu, terdapat makam keramat yang kerap dikunjungi warga. Namun, di balik itu semua, asal-usul nama Bencongan justru menjadi perbincangan menarik.
Lurah Bencongan, Bai Subiat, menegaskan bahwa nama tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan kata 'bencong'. "Oh tidak, tidak sama sekali, tidak ada kaitan," ujarnya saat ditemui di kantornya, Rabu (5/8/2026).
Cerita di Balik Nama
Menurut Bai, nama Bencongan memiliki beragam versi asal-usul. Salah satunya merujuk pada tokoh sejarah. "Jadi makanya orang Bencongan sendiri ketika ada orang luar yang menyatakan ketika kita menyebut asalnya dari Bencongan kemudian ditanggapi dengan sedikit kalimat yang ngeledekin gitu ya, 'bencong-bencong' gitu, nah itu dianggap sebuah apa ya, kalimat yang bisa dikatakan pelecehan bagi warga Bencongan sendiri sebetulnya. Jadi tidak ada kaitan sama sekali dengan kalimat bencong itu," tuturnya.
Versi yang paling mendekati kebenaran, lanjut Bai, adalah nama Bencongan diambil dari seorang keturunan Tionghoa bernama Ki Ben Cong An. "Yang paling mendekati itu diambil dari salah satu orang keturunan Tionghoa yang bernama disebut dikenalnya di sini Ki Ben Cong An, dari Ben Cong An," katanya.