PNM Revitalisasi SD Inpres Wae Moto, Wujudkan Lingkungan Belajar Layak di Wilayah 3T

- Jumat, 24 Juli 2026 | 09:15 WIB
PNM Revitalisasi SD Inpres Wae Moto, Wujudkan Lingkungan Belajar Layak di Wilayah 3T

Di sudut Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Desa Wae Moto menjadi salah satu wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) yang masih menghadapi keterbatasan akses. Di tengah kondisi itu, sekolah bukan sekadar bangunan tempat belajar, melainkan ruang tempat harapan dipelihara. Bagi anak-anak Wae Moto, pendidikan menjadi jalan untuk memutus rantai keterbatasan dan membuka kesempatan lebih luas di masa depan. Namun, semangat mereka selama ini berjalan beriringan dengan kondisi sarana belajar yang memerlukan perhatian, mulai dari infrastruktur sekolah hingga fasilitas sanitasi dan kebersihan yang belum sepenuhnya memadai.

Bertepatan dengan Hari Anak Nasional 2026 yang mengusung tema 'Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan', PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program PNM Peduli menghadirkan langkah revitalisasi bagi SD Inpres Wae Moto. Program ini merupakan wujud kasih sayang yang diterjemahkan dalam bentuk perbaikan sarana pendidikan.

Semangat itu tergambar dari Mariva Yankezia, siswi berusia 10 tahun yang setiap hari datang ke sekolah dengan keyakinan sederhana namun bermakna. "Saya tetap semangat sekolah karena saya tahu orang tua saya bekerja keras supaya saya bisa menimba ilmu. Saya ingin belajar sungguh-sungguh agar bisa membanggakan mereka," tuturnya dalam keterangan tertulis, Jumat (24/7/2026).

Di balik kalimat sederhana itu tersimpan kisah banyak anak di Wae Moto yang memahami bahwa setiap langkah menuju sekolah adalah buah dari perjuangan orang tua. Kesadaran itulah yang menjadikan pendidikan bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk penghormatan kepada pengorbanan keluarga.

Melalui PNM Peduli, kepedulian terhadap masa depan anak diwujudkan dengan merenovasi ruang belajar agar lebih aman dan nyaman, memperbaiki fasilitas sanitasi dan akses kebersihan sekolah, serta melengkapi sarana dan prasarana sesuai kebutuhan yang dihimpun bersama pihak sekolah. Upaya ini lahir dari keyakinan bahwa lingkungan belajar yang layak merupakan bagian penting dalam membentuk kualitas pendidikan. Di wilayah yang masih menghadapi tantangan akses air bersih dan fasilitas sanitasi, kehadiran sarana kebersihan bukan hanya mendukung kesehatan siswa, tetapi juga menciptakan ruang belajar yang lebih manusiawi sehingga anak-anak dapat tumbuh, belajar, dan bermimpi dengan lebih percaya diri.

Direktur Utama PNM, Kindaris, mengungkapkan peran penting PNM dalam memberikan pemberdayaan kepada ibu nasabah program Mekaar yang berimplikasi pada menjaga asa anak-anak mereka untuk hidup lebih sejahtera. "Pemberdayaan bukan sekadar memberikan permodalan, tapi yang tak kalah penting pendampingan usaha sehingga manfaatnya dirasakan oleh keluarga terutama anaknya. Saya berharap 15 tahun lagi, saat mereka sudah bisa mulai menggapai cita-citanya, mereka akan ingat bahwa hari ini PNM percaya pada mimpi-mimpi mereka," ujar Kindaris.

Bagi PNM, pemberdayaan tidak berhenti pada usaha seorang ibu, tetapi juga harus mengalir kepada masa depan anak-anaknya. Di SD Inpres Wae Moto, 14 dari 64 siswa merupakan anak nasabah PNM Mekaar. Melalui PNM Peduli, PNM menghadirkan ruang belajar, fasilitas sanitasi, serta sarana sekolah yang lebih layak agar anak-anak dapat belajar dengan aman, sehat, dan terus menyalakan mimpinya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags