Dishub DKI Kaji Pemasangan Pelican Crossing Gantikan JPO Tendean yang Dibongkar

- Minggu, 19 Juli 2026 | 09:05 WIB
Dishub DKI Kaji Pemasangan Pelican Crossing Gantikan JPO Tendean yang Dibongkar

Dinas Perhubungan DKI Jakarta tengah mengkaji pemasangan pelican crossing sebagai pengganti sementara JPO Tendean, Jakarta Selatan, yang dibongkar setelah ditabrak truk. Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin menyatakan kajian teknis akan rampung dalam waktu dekat.

"Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta saat ini sedang melakukan kajian teknis untuk pemasangan pelican crossing, yaitu fasilitas penyeberangan pejalan kaki berupa zebra cross yang dilengkapi lampu lalu lintas penyeberangan orang, di lokasi tersebut," kata Budi kepada wartawan, Minggu (19/7/2026).

Kajian dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan pejalan kaki dan pengguna jalan. Beberapa faktor dianalisis, antara lain volume lalu lintas, kondisi geometrik jalan, serta karakteristik arus lalu lintas di lokasi.

"Kajian dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan pejalan kaki dan pengguna jalan, melalui analisis volume lalu lintas, kondisi geometrik jalan, serta karakteristik arus lalu lintas di lokasi," ujarnya.

Hasil kajian teknis akan menjadi dasar penyiapan pemasangan pelican crossing di lokasi bekas JPO Tendean. Budi menambahkan, fasilitas penyeberangan yang dibangun nantinya diharapkan memberikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan bagi pejalan kaki, pengguna kendaraan bermotor, dan masyarakat.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Dishub DKI berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mengajukan izin pembangunan zebra cross sementara di lokasi JPO Tendean. Zebra cross disiapkan sebagai solusi jangka pendek.

"Jadi yang untuk JPO Tendean, yang akan ada penyelesaian untuk jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendeknya saya sudah meminta kepada Dinas Perhubungan untuk melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan memintakan izin apakah itu bisa digunakan untuk zebra cross dalam jangka pendek dulu," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/7).

Pramono mengatakan pembangunan JPO baru membutuhkan waktu, sehingga zebra cross diperlukan agar mobilitas pejalan kaki tetap terlayani. "Karena kalau harus dibangun JPO baru itu kan takes time. Tetapi saya sudah memerintahkan juga untuk segera dibangun JPO baru," ujarnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags