Militer Pakistan mengumumkan telah mengakhiri operasi penumpasan terhadap kelompok militan yang menyerbu markas paramiliter di Kota Karachi, Minggu (28/6/2026). Dalam baku tembak yang terjadi, tiga pelaku tewas dan satu lainnya ditangkap dalam kondisi terluka.
Serangan terhadap markas pasukan paramiliter Rangers di distrik timur Karachi itu menewaskan sedikitnya tiga personel keamanan dan melukai empat lainnya. Kelompok Jamaat ul Ahrar, faksi pecahan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut melalui pernyataan kepada media.
Menurut militer, sekelompok militan bersenjata berat menyerbu kompleks Rangers pada Sabtu malam. Para penyerang lebih dulu meledakkan gerbang utama sebelum berupaya menerobos perimeter keamanan, namun berhasil dihentikan oleh pasukan Rangers. Satu militan yang ditangkap diketahui merupakan warga negara Afghanistan.
Panglima Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para prajurit yang tewas. "Pengorbanan mereka semakin memperkuat komitmen kami untuk melindungi negara dalam situasi apa pun," ujar Munir.
Militer Pakistan menegaskan akan melakukan operasi balasan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut sebagai bentuk pembalasan atas gugurnya para personel keamanan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pakistan mengalami peningkatan serangan militan. Islamabad menuding Afghanistan menjadi tempat berlindung kelompok-kelompok bersenjata yang menyerang wilayah Pakistan, namun tuduhan tersebut dibantah oleh pemerintah Kabul.
Artikel Terkait
AS dan Iran Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata 60 Hari
Pakistan Kecam Serangan Houthi yang Tewaskan Tiga Warga Negaranya di Laut Merah
Bom Bunuh Diri di Dekat Kantor Polisi Pakistan Tewaskan 13 Orang
Legenda Pendaki Nirmal Purja Tewas Tertimbun Longsor di Broad Peak