Menteri Prasetyo Hadi: PHK Tak Hanya Akibat Gangguan Bahan Baku, Juga Konflik Manajemen dan Masalah Bank

- Jumat, 26 Juni 2026 | 14:35 WIB
Menteri Prasetyo Hadi: PHK Tak Hanya Akibat Gangguan Bahan Baku, Juga Konflik Manajemen dan Masalah Bank

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terdeteksi di sejumlah perusahaan tidak semata-mata disebabkan oleh gangguan pasokan bahan baku. Faktor lain seperti konflik internal manajemen dan masalah pada institusi perbankan turut menjadi pemicu. Pernyataan ini disampaikan setelah Satgas Mitigasi PHK melakukan pembahasan mendalam di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

“Salah satu langkah konkret pagi hari ini tadi sudah banyak sekali yang kita bahas, perusahaan-perusahaan yang sudah, apa namanya, kejadian sekian tahun yang lalu juga sudah ada PHK tapi belum terselesaikan apa yang menjadi kewajiban perusahaan,” kata Prasetyo.

Ia menjelaskan, tim mitigasi tidak hanya menyoroti satu sektor tertentu. Setiap perusahaan memiliki karakteristik masalah yang berbeda. “Ada juga yang berpotensi terjadi PHK, dan kita mitigasi satu per satu karena permasalahan PHK tidak selalu berkenaan dengan masalah, misalnya tadi, suplai bahan baku. Misalnya gas atau batu bara. Kadang-kadang juga ada permasalahan yang itu adalah konflik internal manajemen perusahaan. Tetapi apapun itu penyebabnya, maka menjadi tugas kita untuk bersama-sama melakukan mitigasi,” ujarnya.

Prasetyo mencontohkan, ada perusahaan yang secara fundamental sehat tetapi tersandung masalah karena dana yang disimpan di bank bermasalah. “Nah, ini juga menimbulkan masalah di perusahaannya. Padahal sebetulnya perusahaannya perusahaan sangat sehat. Hanya karena bermasalah dengan pihak institusi lain di perbankannya, ini juga ikut bermasalah. Jadi satu-satu memang secara detail kita petakan,” tambahnya.

Ia menepis anggapan bahwa fenomena PHK tengah meningkat secara umum. Menurutnya, tren kenaikan hanya terlihat pada kasus-kasus yang berkaitan dengan suplai bahan baku, yang dipengaruhi harga dunia dan faktor geopolitik. “Misalnya contoh gas, itu juga ada beberapa yang di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah tidak ada masalah karena sumber bahan bakunya tidak terjadi masalah teknis. Nah, tapi ada di Jawa Barat yang sumber gasnya ini terjadi kendala teknis. Jadi memang satu per satu kita pelajari dan kita cari jalan keluarnya,” jelas Prasetyo.

Satgas Mitigasi PHK disebut akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian. Langkah ini ditempuh untuk memetakan komoditas yang masih bergantung pada impor, sekaligus mengurangi risiko PHK di masa depan. “Oleh karena itulah juga kami berkoordinasi dengan Satgas Hilirisasi dan Industrialisasi untuk termasuk dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian, untuk memetakan komoditi-komoditi atau bahan baku-bahan baku apa saja yang kita sampai hari ini masih tergantung kepada dari impor,” imbuhnya.

Prasetyo menegaskan, faktor ekonomi global pasti ikut berpengaruh, namun bukan menjadi alasan untuk tidak berbenah. “Kalau kita bicara ekonomi, semua faktor saling berkaitan, ya. Meskipun sekali lagi bukan itu kemudian menjadi alasan ya. Semua kita coba benahi, semua kita coba perbaiki,” pungkasnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags