PT PP Presisi Tbk (PPRE) mencatatkan pendapatan konsolidasian sebesar Rp3,9 triliun sepanjang tahun buku 2025. Angka ini tumbuh sekitar empat persen dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp3,8 triliun.
Pencapaian tersebut diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2026, dan RUPSLB Independen Tahun 2026. Dalam agenda itu, perseroan juga menetapkan sejumlah keputusan strategis yang bertujuan memperkuat fundamental perusahaan, meningkatkan fleksibilitas keuangan, serta mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
"Pertumbuhan pendapatan ini mencerminkan strategi diversifikasi bisnis yang dijalankan perusahaan serta upaya menjaga produktivitas operasional di tengah tantangan industri," demikian pernyataan manajemen dalam keterangan tertulis, Kamis, 25 Juni 2026.
Selain pendapatan yang tumbuh, perseroan membukukan rasio likuiditas atau current ratio sebesar 1,15 kali. Angka itu masih berada di atas batas covenant perbankan yang ditetapkan sebesar 1,1 kali. Sementara itu, rasio utang berbunga terhadap ekuitas (interest bearing debt to equity ratio) tercatat 0,86 kali, tetap di bawah batas covenant. Manajemen menilai capaian ini menunjukkan pengelolaan keuangan yang disiplin serta strategi diversifikasi yang mampu menjaga stabilitas fundamental perusahaan di tengah dinamika industri.
Susunan direksi dan komisaris
RUPSLB juga menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris sebagai bagian dari penguatan tata kelola perusahaan dan kepemimpinan. Berikut susunan terbaru setelah RUPSLB 2026:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama/Komisaris Independen: Narwanto.
- Komisaris: Maulana Malik Ibrahim.
- Komisaris: Albert Simangunsong.
Direksi
- Direktur Utama: Rizki Dianugrah.
- Direktur Keuangan dan Human Capital Management: Ramlan Nurdiansah.
- Direktur Operasi: Yovi Hendra.
"Melalui keputusan strategis dalam RUPST dan RUPSLB, perseroan menegaskan komitmennya untuk memperkuat struktur keuangan dan tata kelola guna menjaga keberlanjutan usaha. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas perusahaan dalam menghadapi tantangan industri sekaligus mendukung ekspansi bisnis pada periode mendatang," tutup manajemen PPRE.
Artikel Terkait
Serangan Udara Kembali Guncang Kyiv, Wali Kota Konfirmasi Sistem Pertahanan Diaktifkan
Ekuador Vs Jerman: Laga Hidup-Mati di Grup E Piala Dunia 2026
Kuasa Hukum Roy Suryo Kritik Pernyataan Ade Darmawan soal Orang Kuat di Belakang yang Dianggap Berbahaya bagi Kenegaraan
Dua Perempuan Terlibat Adu Fisik di SPBU Kotawaringin Barat Diduga Akibat Berebut Antrean BBM