Tiga Calon Pengelola Koperasi Nelayan Meninggal saat Latihan Militer, Kemhan Evaluasi Sistem Pendidikan

- Rabu, 24 Juni 2026 | 22:35 WIB
Tiga Calon Pengelola Koperasi Nelayan Meninggal saat Latihan Militer, Kemhan Evaluasi Sistem Pendidikan

Kabar duka kembali menyelimuti program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI). Seorang peserta yang tengah menjalani latihan dasar kemiliteran (latsarmil) untuk menjadi calon pengelola Koperasi Nelayan Merah Putih (KNPM) dilaporkan meninggal dunia. Dengan bertambahnya kasus ini, total calon pengelola koperasi yang meninggal saat mengikuti latihan militer menjadi tiga orang.

Korban terakhir adalah Novia Rahmadhani Sihotang, peserta Program SPPI KNPM Tahun 2026. Ia mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, membenarkan kabar tersebut.

“Benar, Kementerian Pertahanan telah menerima laporan mengenai meninggalnya salah satu peserta Program SPPI KNMP Tahun 2026 atas nama Novia Rahmadhani Sihotang yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Kemhan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhumah,” kata Rico dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).

Menurut Rico, Novia mulai mengalami gangguan kesehatan saat menjalani pendidikan pada Senin (22/6). Ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Udara Dr. Esnawan Antariksa untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada Selasa (23/6).

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi kesehatan yang dialami berkaitan dengan penyakit Tuberkulosis (TB),” ujar Rico.

Rico menambahkan, seluruh peserta latsarmil, termasuk Novia, telah menjalani tes kesehatan untuk memastikan kesiapan fisik sebelum mengikuti pendidikan. Pihaknya juga mengklaim telah memberikan penanganan medis sesuai standar yang berlaku bagi peserta yang sakit selama masa pendidikan.

Meski demikian, Kementerian Pertahanan berjanji akan mengevaluasi sistem pendidikan latsarmil demi keamanan dan keselamatan peserta ke depannya.

“Saat ini Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional dan penyelenggara pendidikan terus melakukan evaluasi dan penguatan pengawasan kesehatan peserta guna memastikan keselamatan dan kesehatan peserta tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program,” jelas Rico.

Sebelum Novia, dua peserta SPPI lainnya juga meninggal dunia saat mengikuti latsarmil. Mereka adalah Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq. Keduanya dipersiapkan menjadi pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Rico menjelaskan, Anisa Muyassaroh meninggal akibat heat stroke saat mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan (Satdik) Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan. Sementara Yonanda Muhammad Taufiq meninggal saat mengikuti pendidikan di Satdik Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklatad Baturaja. Yonanda sempat mengalami penurunan kondisi fisik pada 17 Juni 2026 dan dirujuk ke rumah sakit.

“Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat ‘cardiac arrest’ atau henti jantung,” kata Rico.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar