Soekarno Cup 2026 Resmi Dibuka, 400 Talenta Muda Siap Unjuk Gigi

- Senin, 10 Agustus 2026 | 18:55 WIB
Soekarno Cup 2026 Resmi Dibuka, 400 Talenta Muda Siap Unjuk Gigi

Turnamen sepak bola usia muda Soekarno Cup 2026 'Warisi Apinya' resmi dimulai di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya, Senin (10/8). Pembukaan berlangsung meriah dengan atraksi drum band serta pertunjukan seni tradisional reog dan bantengan yang disaksikan lebih dari 7.000 warga.

Sebanyak 400 talenta muda dari 16 provinsi ambil bagian dalam turnamen yang berlangsung pada 10-24 Agustus 2026. Pertandingan digelar di tiga kota: Surabaya, Gresik, dan Bangkalan.

Juru Bicara Soekarno Cup yang juga legenda Tim Nasional Indonesia, Anang Ma'ruf, menegaskan pentingnya turnamen usia muda dalam membangun fondasi sepak bola nasional. "Kompetisi menjadi ruang bagi para pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus membentuk mental dan karakter sebagai atlet," ujarnya.

Menurut pemilik 31 penampilan bersama Timnas Indonesia tersebut, pembinaan pemain muda tidak cukup hanya dengan mengasah kemampuan teknis. Pemain juga perlu ditempa melalui kompetisi agar terbiasa menghadapi tekanan, menjaga sportivitas, bekerja sama, dan memiliki mental untuk terus berkembang.

Semangat pembinaan itu tampak sejak seremoni pembukaan. Saat defile kontingen berlangsung, drum band mengiringi perjalanan tim dengan memainkan musik tradisional khas dari provinsi masing-masing.

"Atraksi tersebut menghadirkan pesan tentang keberagaman Indonesia. Setiap kontingen membawa identitas daerahnya masing-masing, tetapi seluruhnya bertemu dalam satu arena melalui sepak bola," imbuh Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup, Komarudin Watubun.

Selain drum band, pembukaan juga dimeriahkan pertunjukan seni tradisi banteng, jaranan, reyog, dan tarian kontemporer. Kehadiran kesenian tradisional itu menjadi bagian dari upaya menghadirkan unsur budaya dalam perhelatan olahraga generasi muda.

"Menempatkan kesenian tradisional dalam pembukaan turnamen usia muda juga menjadi cara untuk memperkenalkan budaya lokal kepada generasi yang tumbuh di tengah perkembangan zaman," jelas Komarudin.

Ia menambahkan, perpaduan olahraga dan budaya menjadi salah satu pesan utama pembukaan Soekarno Cup 2026. Generasi muda diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai atlet berprestasi, tetapi juga memiliki karakter, rasa kebersamaan, serta kepedulian terhadap budaya bangsa.

Bagi para pemain, turnamen ini bukan sekadar mengejar kemenangan. Kompetisi menjadi bagian dari proses panjang untuk menempa kemampuan, mental bertanding, disiplin, kerja sama, dan sportivitas.

"Kami bersyukur bisa ikut di Soekarno Cup. Di sini kami dikenalkan dengan budaya Nusantara, berkenalan dengan teman-teman dari seluruh penjuru Tanah Air. Jadi selain bermain bola, kami juga membangun persahabatan tanpa melihat suku, agama, dan daerah," ujar pemain Banteng Jatim FC U-17, Gema Farand.

Gema juga turut serta dalam Soekarno Cup 2025 di Bali. Turnamen ini telah digelar rutin sejak 2023 di Jakarta, 2025 di Bali, dan tahun ini di Jawa Timur.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Said Abdullah, menilai keterlibatan 400 pemain dari 16 provinsi menunjukkan besarnya potensi sepak bola muda Indonesia yang perlu terus diberi ruang berkembang.

"Ada 400 talenta muda dari 16 provinsi yang datang ke sini. Mereka membawa karakter dan gaya bermain dari daerah masing-masing. Ini kesempatan yang sangat baik bagi mereka untuk saling belajar. Kami ingin Soekarno Cup menjadi salah satu tempat mereka menemukan pengalaman, kepercayaan diri, dan mimpi untuk menjadi pemain yang lebih baik," ujar Said.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags