Sultan Brunei Cabut Gelar Menantu, Ini Alasannya

- Senin, 10 Agustus 2026 | 18:50 WIB
Sultan Brunei Cabut Gelar Menantu, Ini Alasannya

Kabar mengejutkan datang dari Istana Nurul Iman. Sultan Hassanal Bolkiah secara resmi mencabut gelar kerajaan dari menantu perempuannya, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah, istri dari Pangeran 'Abdul Malik Hassanal Bolkiah. Keputusan ini diumumkan oleh Kantor Kepala Protokol Kerajaan pada Sabtu (8/8/2026).

Penjabat Kepala Protokol Kerajaan, Pengiran Haji Raffizanna Pengiran Haji Razali, menegaskan bahwa pencabutan gelar tersebut merupakan titah langsung dari Sultan. Langkah ini diambil karena perilaku Pengiran Raabi'atul dinilai telah melenceng dan tidak pantas dilakukan oleh seorang istri anggota keluarga kerajaan. Tindak-tanduknya dianggap mencoreng nama baik dan martabat institusi kerajaan, serta menunjukkan sikap kurang hormat kepada Sultan.

Dianggap Coreng Martabat Kerajaan

Meski demikian, pihak istana enggan merinci perilaku spesifik yang memicu keputusan ini. Mereka memilih untuk menutup rapat detail kejadian yang membuat Sultan murka hingga mencabut gelar tersebut.

Kabar ini tentu mengejutkan publik, mengingat pernikahan Raabi'atul dengan Pangeran Abdul Malik pada April 2015 lalu digelar sangat spektakuler. Pesta pernikahan di Istana Nurul Iman itu digambarkan seperti negeri dongeng, dengan gaun pengantin yang dihiasi emas, berlian, dan zamrud. Bahkan buket bunga yang digenggamnya dirangkai dari permata dan logam mulia.

Dari pernikahan megah yang sempat menjadi perbincangan global tersebut, pasangan ini telah dikaruniai empat orang anak. Selama menjadi menantu, Raabi'atul juga kerap mendampingi suaminya dalam tugas-tugas kenegaraan, termasuk lawatan resmi ke Singapura pada 2016.

Sosok Cerdas Mantan Analis IT

Raabi'atul sendiri bukan sosok sembarangan. Lahir pada tahun 1992 sebagai anak kedua dari 10 bersaudara, ia berasal dari keluarga bangsawan bergelar pengiran. Pendidikannya ditempuh di sekolah-sekolah bergengsi di Brunei, seperti Al-Falaah School, Rimba I Primary School, dan Rimba Secondary School.

Perempuan yang aktif dalam kompetisi tilawah Al-Quran sejak remaja ini juga memiliki kemampuan intelektual yang mumpuni. Setelah lulus pada 2012, ia sempat bekerja sebagai System Data Analyst di sebuah perusahaan konsultan IT ternama di Brunei. Setahun kemudian, ia melanjutkan kariernya sebagai instruktur IT di HAD Technologies.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti bagaimana nasib dan posisi Raabi'atul di dalam struktur keluarga Kerajaan Brunei setelah pencabutan gelar tersebut. Yang jelas, titah Sultan telah turun dan gelar kebangsawanan yang membalut namanya kini resmi ditanggalkan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags