Sultan Brunei Cabut Gelar Menantu Perempuan karena Perilaku Tidak Pantas

- Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:30 WIB
Sultan Brunei Cabut Gelar Menantu Perempuan karena Perilaku Tidak Pantas

Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah, telah mencabut gelar kerajaan yang disandang menantu perempuannya, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah. Keputusan ini diumumkan Kantor Kepala Protokol Kerajaan pada 8 Agustus lalu, dan dikaitkan dengan perilaku yang dianggap tidak pantas.

Gelar yang dicabut adalah "Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri", yang sebelumnya dianugerahkan kepada Pengiran Raabi'atul. Ia merupakan istri dari Pangeran Abdul Malik, putra kedua Sultan Bolkiah.

Titah Kerajaan

Pelaksana Tugas Kepala Protokol Kerajaan, Pengiran Haji Raffizana Pengiran Haji Razali, menyatakan bahwa pencabutan gelar tersebut merupakan titah kerajaan yang dikeluarkan langsung oleh Sultan Bolkiah. Dengan demikian, keputusan ini berlaku efektif segera setelah diumumkan.

Pernyataan resmi tidak memaparkan alasan lebih rinci mengenai pencabutan gelar tersebut.

Perilaku Menantu

Meski demikian, laporan media lokal Brunei, RTB News, menyebutkan bahwa pencabutan gelar ini menyusul perilaku Pengiran Raabi'atul yang dinilai tidak pantas dilakukan oleh seorang istri anggota keluarga Kesultanan Brunei. Perilaku tersebut dianggap telah mencoreng nama baik kesultanan dan menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap Sultan Bolkiah.

Hingga saat ini, tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai bentuk perilaku tidak pantas yang dimaksud.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags