Jakarta International Marathon (Jakim) 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga mesin penggerak ekonomi yang signifikan bagi ibu kota. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa perputaran uang dari gelaran tahun ini mencapai lebih dari Rp 255 miliar. Angka tersebut, menurutnya, merupakan bukti nyata dampak berganda yang dirasakan oleh berbagai sektor di Jakarta.
“Yang tidak kalah pentingnya, Jakim kemarin multiplier effect ekonominya lebih dari Rp 255 miliar, lebih dari itu dan itu secara signifikan memberikan dampak ekonomi,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Di balik keberhasilan ekonomi itu, penyelenggaraan Jakim 2026 juga meninggalkan catatan serius. Seorang peserta dilaporkan meninggal dunia saat berlaga. Pramono membenarkan kejadian tersebut dan menyebutkan dugaan penyebabnya adalah serangan jantung serta dehidrasi.
“Memang betul ada yang meninggal satu orang karena diduga ada serangan jantung kepada yang bersangkutan, kemudian mengalami dehidrasi,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak tinggal diam. Pramono menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh tengah dilakukan, khususnya pada aspek layanan kesehatan. Perbaikan sistem penanganan medis menjadi prioritas utama untuk memastikan keselamatan peserta di masa mendatang.
“Kami akan memperbaiki hal itu terutama dalam hal perawatan dan juga ketersediaan kesehatan,” tuturnya.
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya Belum Terima Surat Panggilan Sidang Praperadilan Roy Suryo
Forum Jakarta Soroti Penyelarasan Rencana Lima Tahun Tiongkok dengan Visi Indonesia Emas 2045
Kobra Jawa Masuk Kamar Rumah Warga Bogor, Damkar Evakuasi dalam 15 Menit
Timnas Iran Tinggalkan Surat Perdamaian di Ruang Ganti Usai Laga Piala Dunia 2026