Jaja Miharja dan Mak Tonah Bagikan Cara Mendidik Generasi Muda dalam Seni Betawi

- Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:15 WIB
Jaja Miharja dan Mak Tonah Bagikan Cara Mendidik Generasi Muda dalam Seni Betawi

Seniman legendaris Betawi, Jaja Miharja, tidak pernah merasa menjadi sosok yang sulit didekati oleh generasi muda. Sebaliknya, pria yang akrab disapa Ayah Jaja ini justru memiliki pendekatan unik dalam mengajarkan seni budaya Betawi kepada anak-anak muda. Ia mengaku tidak menghadapi kendala berarti dalam proses pendidikan tersebut.

Untuk membuktikan klaimnya, Jaja Miharja langsung menunjuk murid-murid di sekitarnya. "Enggak ada deh, tanya aja. Lu ada gap enggak sama gue waktu gue ajarin lu? Enggak ada, biasa aja," ujarnya saat ditemui di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (8/8/2026).

Alih-alih menggunakan metode yang kaku atau keras, Jaja Miharja menerapkan prinsip fleksibel. Menurutnya, mengalirkan ilmu seni tradisi harus dilakukan dengan hati yang bahagia agar materi yang disampaikan dapat diserap dengan maksimal. "Nyantai aja, capek ngaso, selesai," ungkap pemilik jargon Apaan Tuh tersebut.

Kehangatan proses belajar-mengajar semakin terasa dengan kehadiran seniman senior Betawi lainnya, Hj. Tonah atau yang akrab disapa Mak Tonah. Meski kadang ada omelan selama latihan, Mak Tonah menegaskan semua itu dilakukan demi kebaikan para peserta. "Mak rewel di mana? Tapi sama anak-anak baik kan," ucapnya sambil bergurau.

Jaja Miharja pun mengaku terpukau dengan kecepatan para generasi muda dalam menyerap ilmu untuk tampil dalam pertunjukan seni. "Itu tadi saya bilang bangga sekali. 25 hari dia bisa main pukul kalau Betawi bilang. Bisa jalan tangan segala macam," tandas sang Maestro Betawi tersebut.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags