BKKBN Luncurkan Tema Harganas 2026: “Ayah Wajib Hadir” Demi Perkuat Peran Keluarga

- Rabu, 24 Juni 2026 | 11:45 WIB
BKKBN Luncurkan Tema Harganas 2026: “Ayah Wajib Hadir” Demi Perkuat Peran Keluarga

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atau BKKBN resmi meluncurkan tema dan logo peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang jatuh pada 29 Juni 2026. Tahun ini, tema yang diusung adalah "Ayah Wajib Hadir", sebuah seruan yang menempatkan peran ayah tidak sekadar sebagai pencari nafkah, melainkan figur yang hadir secara fisik dan emosional dalam tumbuh kembang anak.

Tema tersebut menjadi payung narasi kampanye Harganas tahun ini. Dalam panduan komunikasi resmi yang diterbitkan pemerintah, kehadiran ayah dinilai penting untuk membangun rasa aman dan kepercayaan diri anak sejak dini. Peringatan ini digelar di tengah berbagai tantangan keluarga kontemporer, mulai dari perubahan pola interaksi akibat digitalisasi, pengasuhan yang belum sepenuhnya setara, hingga persoalan stunting dan perlindungan anak. Karena itu, Harganas 2026 didorong menjadi momentum penguatan keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.

Pemerintah membagi pesan utama dari tema tersebut ke dalam tiga pokok pikiran. Pertama, keluarga diposisikan sebagai tempat pertama anak belajar dicintai, didengar, dan dihargai. Kedua, pengasuhan dipandang sebagai tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu yang digambarkan sebagai satu tim. Ketiga, keterlibatan ayah secara langsung disebut berkaitan dengan perkembangan sosial-emosional anak, kesehatan mental, hingga capaian pendidikan.

Selain tema, Kemendukbangga/BKKBN juga merilis logo resmi peringatan ke-33 tahun ini. Elemen utama logo menampilkan angka 33 yang dipadukan dengan simbol keluarga, telapak tangan, serta perpaduan warna biru dan emas. Angka 33 melambangkan usia peringatan sekaligus konsistensi negara dalam menempatkan keluarga sebagai prioritas pembangunan. Di dalamnya terintegrasi warna Merah Putih yang menegaskan keluarga sebagai pondasi bangsa.

Simbol keluarga dalam logo terdiri atas figur ayah, ibu, dan anak. Figur ayah yang mengangkat anak dimaknai sebagai perlindungan dan tanggung jawab, sementara ibu yang berdampingan dengan anak menggambarkan kebersamaan dan pendampingan. Adapun telapak tangan melambangkan perlindungan, pengasuhan, harapan, serta tanggung jawab keluarga sebagai pusat kehidupan. Warna biru dipilih untuk melambangkan kepercayaan, kemajuan, teknologi, dan persatuan. Sementara emas dimaknai sebagai kejayaan, kemuliaan, dan nilai luhur, sekaligus menegaskan keluarga sebagai aset berharga bangsa.

Masyarakat atau instansi yang ingin menggunakan identitas visual Harganas 2026 dapat mengakses panduan logo resmi melalui tautan yang disediakan pemerintah.

Sejarah Hari Keluarga Nasional sendiri berakar pada momen pascakemerdekaan. Setelah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada 22 Juni 1949, para pejuang yang selamat kembali ke rumah dan berkumpul dengan keluarganya satu pekan kemudian, tepat pada 29 Juni 1949. Momen itu kemudian menginspirasi Prof. Dr. Haryono Suyono saat menjabat Kepala BKKBN untuk mengabadikan 29 Juni sebagai Hari Keluarga Nasional. Tanggal tersebut juga bertepatan dengan dimulainya Gerakan Keluarga Berencana Nasional pada 1970. Peringatan ini kemudian memperoleh legitimasi melalui Keputusan Presiden RI Nomor 39 Tahun 2014 yang menetapkan 29 Juni sebagai Hari Keluarga Nasional.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar