Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, secara terbuka menolak setiap kemungkinan kesepakatan gencatan senjata di Lebanon. Dalam pernyataan yang memicu kontroversi, politisi garis keras itu bahkan menyebut Lebanon seharusnya menjadi “taman bermain” bagi negaranya.
Pernyataan provokatif tersebut disampaikan Ben-Gvir dalam wawancara dengan media lokal Israel, Channel 14, sebagaimana dilaporkan oleh Anadolu Agency dan Middle East Eye pada Selasa (23/6/2026). Ia dengan tegas menyatakan bahwa Israel tidak dapat menyetujui gencatan senjata di Lebanon.
“Lebanon, seluruh Lebanon, seharusnya menjadi taman bermain kita. Seluruh Lebanon seharusnya menjadi target kita,” ujar Ben-Gvir dalam wawancara tersebut.
Lebih jauh, Ben-Gvir menolak gagasan untuk membedakan antara kelompok Hizbullah dan warga sipil Lebanon. Ia berargumen bahwa anggota Hizbullah juga beroperasi di dalam struktur pemerintahan Lebanon, sehingga pendekatan yang memisahkan keduanya dianggapnya tidak realistis.
“Dan mereka berkata kepada saya, ‘Tunggu sebentar, ada Lebanon dan ada Hizbullah’. Saya tidak menerima pendekatan artifisial ini,” tegasnya.
Sementara itu, dalam pernyataan terpisah, Ben-Gvir melontarkan ancaman terhadap Beirut. Ia menyamakan masa depan ibu kota Lebanon itu dengan Beit Hanoun di Jalur Gaza, yang sebagian besar telah dihancurkan oleh militer Israel selama perang melawan Hamas.
“Persamaannya harus sangat sederhana dan jelas: Negara Israel harus aman. Jika Israel tidak aman, Beirut akan terlihat seperti Beit Hanoun,” ancamnya.
Artikel Terkait
Respati Ardi Akui Kesalahan Pemasangan Baliho Ucapan untuk Jokowi, Siap Minta Maaf ke Ketua Gerindra Solo
Bakti Kesehatan Polda Riau Sambut Hari Bhayangkara ke-80 Lampaui Target, 2.400 Warga Terlayani
Portugal Hadapi Uzbekistan dalam Laga Krusial Piala Dunia 2026, Kemenangan Jadi Target Mutlak
Pemasangan Baliho Ucapan HUT Jokowi oleh Pemkot Solo Dikecam Gerindra