IHSG Menguat di Tengah Bursa Asia yang Beragam, Nikkei dan KOSPI Pimpin Kenaikan

- Senin, 22 Juni 2026 | 09:30 WIB
IHSG Menguat di Tengah Bursa Asia yang Beragam, Nikkei dan KOSPI Pimpin Kenaikan

Pergerakan pasar saham Asia pada perdagangan pagi ini menunjukkan arah yang beragam, di mana kenaikan di sejumlah bursa utama seperti Jepang dan Korea Selatan turut mendorong laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meskipun beberapa indeks lainnya masih tertekan di zona merah.

IHSG pada perdagangan Senin pagi, 22 Juni 2026, tercatat naik 21,23 poin atau 0,34 persen ke level 6.198,37. Penguatan ini terjadi di tengah kondisi bursa regional yang belum sepenuhnya seragam, mencerminkan sentimen investor yang masih selektif dalam merespons berbagai faktor global dan domestik.

Indeks Nikkei 225 Jepang mencatat penguatan paling signifikan di kawasan Asia dengan lonjakan 1.623,94 poin atau 2,28 persen ke level 72.874,00. Angka ini menunjukkan sentimen positif yang cukup kuat di pasar Jepang sejak awal sesi perdagangan. Di posisi berikutnya, KOSPI Korea Selatan turut bergerak positif dengan kenaikan 132,03 poin atau 1,46 persen ke level 9.184,45. Indeks VNI Vietnam juga mencatat penguatan tipis sebesar 0,24 persen, sementara SPDR Straits Times Singapura naik 0,11 persen.

Di sisi lain, tekanan masih terlihat pada beberapa pasar Asia lainnya. Shanghai Composite China turun 8,41 poin ke level 4.082,07. Bursa Malaysia atau KLCI melemah 0,14 persen, sedangkan Thailand atau SET terkoreksi 0,79 persen. Tekanan terbesar tercatat pada PSEi Composite Filipina yang turun 1,58 persen, disusul Hang Seng Hong Kong yang terkoreksi 1,61 persen ke level 23.538,50.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, indeks Nasdaq memimpin penguatan di bursa Amerika Serikat dengan lonjakan 1,91 persen ke level 26.517,93. Indeks S&P 500 naik 1,08 persen menjadi 7.500,58, sedangkan Dow Jones Industrial Average hanya menguat tipis 0,14 persen. Penguatan saham-saham teknologi menjadi pendorong utama kenaikan tersebut. Namun demikian, indeks volatilitas atau VIX juga naik 2,32 persen ke level 16,78, menandakan bahwa pelaku pasar masih mewaspadai berbagai risiko global yang membayangi.

Berbeda dengan Wall Street, mayoritas bursa Eropa justru ditutup di zona merah. Indeks DAX Jerman turun 0,16 persen, FTSE Inggris melemah 0,35 persen, sedangkan CAC Prancis terkoreksi 0,55 persen. Pelemahan ini mencerminkan kehati-hatian investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi kawasan Eropa yang masih diliputi ketidakpastian.

Di kawasan Asia, pergerakan pasar juga berlangsung mixed. Indeks Nikkei Jepang naik 0,28 persen, sementara Shanghai Composite China turun 0,43 persen. Tekanan lebih besar terjadi di Hong Kong dengan Hang Seng Index yang merosot 1,59 persen, sedangkan KOSPI Korea Selatan melemah tipis 0,13 persen.

Sementara itu, pasar komoditas bergerak relatif stabil. Harga minyak mentah Brent naik 0,65 persen ke level 80,05 dolar AS per barel, sedangkan minyak WTI bertahan di kisaran 76,54 dolar AS per barel. Di sisi lain, harga gas alam justru turun 1,11 persen.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar