Pernah mendengar istilah anak velcro? Sesuai namanya, ini adalah sebutan untuk anak yang suka mengikuti atau menempel dengan orang tuanya, persis seperti perekat velcro. Mereka biasanya sulit beranjak jauh-jauh dan selalu mengekor ke mana pun orang tuanya pergi, bahkan sampai ke kamar mandi.
Memiliki anak velcro bukan berarti ada yang salah dengan pola asuh Anda. Biasanya, ini hanya fase. Ada beberapa alasan mengapa anak menjadi sangat lengket. Mereka mungkin sedang merasa cemas atau tidak stabil, sehingga menjadikan orang tua sebagai tempat berlindung. Ini juga merupakan hal yang sangat wajar, terutama saat balita mengalami separation anxiety atau kecemasan akan perpisahan. Selain itu, perubahan besar dalam hidup anak, seperti pindah rumah, masuk sekolah baru, ganti pengasuh, atau hadirnya adik baru, bisa memicu perilaku ini.
Meski terdengar menggemaskan, jika dibiarkan terus-menerus tanpa dilatih mandiri, ada beberapa dampak negatif yang perlu diwaspadai. Orang tua bisa kehilangan waktu untuk diri sendiri, yang pada akhirnya berujung pada stres dan kelelahan. Lebih jauh lagi, anak yang terlalu bergantung pada orang tua untuk menyelesaikan setiap masalahnya bisa tumbuh menjadi pribadi yang takut mengambil risiko, kurang berani mencoba hal baru, dan tidak tahu cara menghadapi tantangan.
Anak-anak perlu belajar bahwa mereka akan tetap baik-baik saja meski tidak sedang bersama orang tuanya. Kedekatan itu baik, tetapi kemandirian juga sangat penting. Ada beberapa tips yang bisa diterapkan untuk melatih kemandirian anak. Pertama, latih perpisahan secara singkat. Beri tahu anak bahwa Anda akan pergi ke ruangan sebelah atau ke toilet selama semenit, lalu kembali sesuai janji. Kedua, saat harus pergi, misalnya ke kantor, pamitlah dengan baik. Pergi diam-diam saat anak lengah justru akan merusak kepercayaannya; besoknya, ia akan semakin menempel karena takut Anda tiba-tiba menghilang lagi. Ketiga, berikan anak waktu bermain sendiri di ruangannya selama beberapa menit. Awalnya mungkin ia akan menangis atau ngambek, tetapi cobalah konsisten dan perlahan tambah durasi waktunya. Terakhir, anak yang clingy biasanya akan jauh lebih tenang jika mereka tahu jadwal hariannya. Rutinitas yang konsisten membuat mereka merasa lebih aman.
Menjadi tempat yang aman bagi anak adalah hal yang luar biasa, tetapi pelan-pelan orang tua juga perlu mendorong mereka untuk lebih berani dan percaya diri mandiri.