Ledakan Dinamit 1956 di Cali: Tragedi Kelam yang Masih Misterius

- Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:25 WIB
Ledakan Dinamit 1956 di Cali: Tragedi Kelam yang Masih Misterius

Pada 7 Agustus 1956, pukul 01.05 dini hari, ledakan dahsyat mengguncang kota Cali, Kolombia. Tujuh truk militer yang membawa 42 ton dinamit meledak, menghancurkan sebagian besar kota dan menewaskan ribuan orang. Hingga kini, penyebab pasti ledakan tersebut belum terungkap.

Ledakan itu berasal dari konvoi Tentara Nasional yang sedang dalam perjalanan dari Buenaventura menuju Bogotá. Muatan dinamit tersebut rencananya digunakan untuk proyek pekerjaan umum. Saat itu, sekitar 240.000 penduduk tengah tertidur lelap, tanpa menyadari bencana yang akan datang.

Kekuatan ledakan menghancurkan sejumlah bangunan penting, termasuk Batalyon Codazzi, Polisi Militer, dan Brigade Ketiga. Delapan blok di sektor pemerintahan dan komersial rata dengan tanah, sementara tiga blok lainnya rusak berat akibat gelombang kejut. Kerugian material ditaksir mencapai seratus juta peso.

Jumlah korban jiwa masih menjadi perdebatan. Berbagai sumber menyebut angka antara 2.000 hingga 15.000 orang tewas, sementara 4.000 lainnya mengalami luka-luka. Tragedi ini juga meninggalkan luka politik yang mendalam. Masyarakat terpecah dalam dugaan penyebab ledakan, dan peristiwa ini menjadi salah satu faktor jatuhnya pemerintahan Jenderal Gustavo Rojas Pinilla sembilan bulan kemudian.

Pemerintah saat itu berupaya membatasi pemberitaan dengan menyita dokumentasi foto dari dinas intelijen (SIC) untuk memperkecil skala bencana yang terlihat publik. Namun, berbagai versi penyebab ledakan tetap beredar, mulai dari dugaan pemanasan berlebih pada truk, kesalahan penanganan proyektil, hingga tuduhan sabotase politik. Sampai hari ini, kebenaran di balik ledakan Cali masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags