Sepanjang pekan ini, investor asing gencar mengakumulasi saham-saham berkapitalisasi besar di bursa. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi primadona dengan net buy terbesar, disusul PT Timah Tbk (TINS) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).
Berdasarkan data perdagangan, asing membukukan net buy Rp559,00 miliar pada saham BBRI. Saham bank BUMN ini ditutup menguat 2,96 persen ke level Rp3.130 per unit sepanjang pekan.
Posisi kedua ditempati PT Timah Tbk (TINS) yang mencatat net buy asing Rp385,51 miliar. Saham tambang BUMN ini naik 1,58 persen ke level Rp3.860 per unit.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menyusul dengan net buy asing Rp302,03 miliar. Saham Grup Sinar Mas ini melonjak 14,71 persen dalam sepekan ke level Rp975 per unit.
PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) juga masuk jajaran saham yang paling banyak dibeli asing. Net buy asing pada ANTM mencapai Rp215,65 miliar, dengan kinerja saham melonjak 9,72 persen ke level Rp3.160 per unit.
Berikutnya ada PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dengan net buy asing Rp177,36 miliar. Saham Grup Barito ini menguat 4,61 persen ke level Rp1.930 per unit.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat net buy asing Rp140,13 miliar, namun pergerakan sahamnya relatif terbatas dengan kenaikan 0,79 persen ke level Rp6.375 per unit.
Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) juga menjadi buruan asing dengan net buy Rp130,39 miliar. Saham produsen rokok ini justru mencatat penguatan signifikan sebesar 14,34 persen hingga ditutup di level Rp21.725 per unit.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) membukukan net buy asing Rp120,32 miliar. Saham Himbara ini menguat 2,83 persen ke level Rp3.630 per unit.
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) juga menjadi sasaran pembelian asing dengan net buy Rp119,57 miliar. Saham consumer Grup Salim ini naik 11,11 persen sepanjang pekan ke level Rp7.750 per unit.
Melengkapi daftar 10 besar, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatat net buy asing Rp88,84 miliar. Saham peritel ponsel ini menguat 10,48 persen ke level Rp464 per unit.
IHSG Tembus 6.400
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2,78 persen sepanjang pekan ini dan kembali menembus level 6.400. Penguatan indeks ditopang sejumlah saham berkapitalisasi besar, baik konglomerasi maupun bank besar.
Pada perdagangan Jumat (7/8/2026), IHSG ditutup menguat 1,04 persen ke level 6.409,65. Pada hari itu, asing membukukan beli bersih Rp917,23 miliar, sehingga secara keseluruhan dalam sepekan net buy asing mencapai Rp494,87 miliar.
Di pasar valuta asing, rupiah ditutup menguat 0,15 persen ke level Rp17.897 per USD pada perdagangan Jumat. Namun, posisi cadangan devisa Indonesia tercatat turun menjadi USD145,3 miliar pada Juli 2026, dari USD145,6 miliar pada Juni 2026. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah serta intervensi Bank Indonesia untuk meredam pelemahan rupiah lebih lanjut.
Sementara itu, harga properti residensial di Indonesia tumbuh 0,69 persen secara tahunan pada kuartal II-2026, sedikit meningkat dibandingkan pertumbuhan 0,62 persen pada kuartal I-2026. Pertumbuhan yang masih moderat tersebut didukung oleh peningkatan harga properti di sejumlah kota.
Dari sisi teknikal, Phintraco Sekuritas menilai tren IHSG mulai menunjukkan sinyal positif. Secara mingguan, indikator MACD membentuk golden cross, sementara histogram MACD telah berada di area positif. Meski demikian, Stochastic RSI berada di area overbought, sehingga ruang penguatan IHSG berpotensi menghadapi tekanan. IHSG juga saat ini mendekati MA20 mingguan di sekitar level 6.488.
Phintraco Sekuritas memperkirakan apabila IHSG mampu menembus level MA20 tersebut, indeks berpotensi melanjutkan penguatan dan menguji level 6.500 pada pekan depan.
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.
Artikel Terkait
IHSG Tembus 6.400, Saham DCII dan BBRI Jadi Motor Penggerak
IHSG Diprediksi Menguat pada Awal Pekan, Cermati Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas
IHSG Menguat 2,78 Persen dalam Sepekan, Investor Asing Catat Beli Bersih
IHSG Dibuka Menguat ke 6.352, Energi Pimpin Kenaikan Sektor