Hubungan Trump-Meloni Mulai Merenggang, Italia Tolak Izin Penggunaan Pangkalan Militer untuk Operasi AS-Iran

- Senin, 22 Juni 2026 | 06:10 WIB
Hubungan Trump-Meloni Mulai Merenggang, Italia Tolak Izin Penggunaan Pangkalan Militer untuk Operasi AS-Iran

Hubungan antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dengan Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, yang semula mesra di awal masa kepemimpinan Trump, kini dilaporkan mulai merenggang. Keduanya sempat membangun kedekatan yang kuat, namun ketegangan geopolitik terkini justru mengubah dinamika tersebut.

Pada awal periode pemerintahan Trump, Meloni dan Trump menunjukkan keselarasan ideologis yang nyaris sempurna. Sebagai pemimpin partai sayap kanan, Meloni secara konsisten menyuarakan kebijakan pembatasan imigrasi dan penguatan nilai-nilai tradisional sebuah sikap yang sejalan dengan platform politik Trump. Beberapa minggu sebelum pelantikan Trump pada 2025, Meloni bahkan melakukan kunjungan ke kediaman pribadi Trump di Mar-a-Lago. Dalam kesempatan itu, ia menyebut pertemuan tersebut “melampaui ekspektasi” dan menegaskan bahwa momen itu merupakan kesempatan untuk mengukuhkan hubungan yang menjanjikan akan sangat solid.

Tak lama setelahnya, Trump berulang kali memuji Meloni di depan publik. Ia menyebut Perdana Menteri Italia itu sebagai sosok yang “fantastis, luar biasa, cantik, dan seorang teman.” Kedekatan ini semakin terlihat ketika Meloni menjadi satu-satunya pemimpin Eropa yang diundang menghadiri pelantikan Trump untuk masa jabatan keduanya pada 2025. Namun, sekitar satu setengah tahun kemudian, hubungan tersebut mulai goyah.

Perubahan sikap Meloni dipicu oleh eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Titik balik paling mencolok terjadi ketika Trump melontarkan kritik pedas terhadap Paus Leo, yang sebelumnya mengecam konflik tersebut. Meloni secara terbuka membela Paus Leo dan menyatakan bahwa sikap Trump terhadap pemimpin Gereja Katolik itu tidak dapat diterima.

Di sisi lain, Meloni juga menolak memberikan izin bagi pesawat militer Amerika Serikat yang membawa senjata untuk digunakan dalam operasi perang di Iran, khususnya dari pangkalan militer Italia di Sisilia. Pemerintah Italia beralasan bahwa Amerika Serikat tidak mengikuti prosedur yang semestinya dalam permohonan tersebut.

Pengamat politik dari Policy Sonar, Francesco Galietti, menilai bahwa langkah Meloni menentang Trump bisa saja menguntungkan secara domestik. Pasalnya, Trump tidak populer di kalangan publik Italia berdasarkan jajak pendapat. Namun, Galietti juga memperingatkan bahwa sikap ini berpotensi merusak salah satu pilar utama narasi politik Meloni menjelang pemilihan umum yang akan digelar tahun depan.

Menanggapi sikap Italia, Trump kemudian mengkritik Meloni dan negaranya karena dinilai gagal memberikan dukungan dalam konflik melawan Iran. Sikap itu sejalan dengan mayoritas pemimpin Eropa lainnya yang cenderung memilih untuk tidak terlibat langsung dalam urusan Amerika Serikat dengan Iran.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar