Serangan Balasan Rusia dan Ukraina Tewaskan Tujuh Orang, Mediasi Damai Kembali Buntu

- Minggu, 21 Juni 2026 | 17:15 WIB
Serangan Balasan Rusia dan Ukraina Tewaskan Tujuh Orang, Mediasi Damai Kembali Buntu

Ketegangan antara Rusia dan Ukraina kembali memuncak setelah kedua negara melancarkan serangan balasan yang menimbulkan korban jiwa di wilayah masing-masing. Serangan Rusia menewaskan tiga orang di wilayah Dnipropetrovsk dan Poltava, Ukraina timur, sementara serangan balasan Ukraina menewaskan empat orang di Semenanjung Krimea yang dikuasai Rusia.

Dalam beberapa pekan terakhir, Moskow dan Kyiv terus meningkatkan intensitas serangan satu sama lain. Namun, upaya mediasi yang dipimpin Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak Februari 2022 itu masih menemui jalan buntu.

Kepala Administrasi Militer Regional Dnipropetrovsk, Oleksandr Ganzha, melaporkan melalui Telegram bahwa satu orang tewas dan sembilan lainnya luka-luka akibat serangan Rusia yang menghantam tiga distrik di wilayahnya. Korban jiwa adalah seorang perempuan berusia 70 tahun yang tinggal di Distrik Nikopol.

Sementara itu, Kepala Administrasi Militer Regional Poltava, Vitali Dyakivnych, menyatakan bahwa serangan Rusia pada Sabtu malam menewaskan dua orang dan melukai 13 lainnya. Dari jumlah korban luka, enam di antaranya adalah anak-anak.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menembak jatuh 239 drone Ukraina dalam semalam. Serangan udara Ukraina disebut tidak hanya menewaskan empat orang, tetapi juga mengganggu distribusi bahan bakar di Krimea.

Ukraina menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan fasilitas militer dan energi di Krimea, yang selama ini menjadi basis logistik utama bagi militer Rusia. Serangan ini dinilai sebagai salah satu yang terbesar di semenanjung itu dalam beberapa bulan terakhir.

Gubernur Krimea yang didukung Rusia, Sergey Aksyonov, membenarkan adanya korban jiwa akibat serangan drone musuh di Semenanjung Kerch, wilayah yang berbatasan langsung dengan Rusia. “Menurut informasi terbaru, empat orang tewas, 28 orang terluka,” ujarnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar