Al Jazeera Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Juru Kameranya di Gaza, Jadi Korban Ke-12 Sejak Oktober 2023

- Minggu, 21 Juni 2026 | 05:35 WIB
Al Jazeera Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Juru Kameranya di Gaza, Jadi Korban Ke-12 Sejak Oktober 2023

Al Jazeera mengutuk keras serangan militer Israel yang menewaskan juru kamera mereka, Ahmed Wishah, di Jalur Gaza, Palestina. Jurnalis tersebut menjadi korban kedua belas dari saluran televisi itu sejak perang pecah di wilayah Palestina pada Oktober 2023.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Minggu (21/6/2026), jaringan media asal Qatar itu menyebut pembunuhan terhadap Ahmed Wishah dilakukan secara sengaja oleh pasukan pendudukan Israel. Peristiwa terjadi pada Sabtu, 20 Juni, ketika serangan bom Israel menghantam sebuah rumah di kamp Bureij, Jalur Gaza tengah. Wishah bertugas sebagai juru kamera untuk Al Jazeera Mubasher.

“Kejahatan keji ini terjadi hanya dua bulan setelah pasukan Israel membunuh saudara laki-laki dan rekannya, Mohammed Washah, yang juga seorang koresponden untuk Al Jazeera Mubasher. Ahmed adalah martir Al Jazeera ke-12 di Gaza sejak Oktober 2023,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Al Jazeera mengecam keras berlanjutnya kekerasan yang menargetkan awak media di Gaza. Pihaknya mendesak komunitas internasional dan lembaga hukum untuk segera mengambil langkah praktis guna meminta pertanggungjawaban para pejabat Israel yang terlibat. Mereka juga menyerukan mekanisme pencegahan agar penargetan terhadap jurnalis tidak terus berulang.

“Kami mengecam berlanjutnya kejahatan-kejahatan ini yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel terhadap koresponden dan stafnya di Gaza,” tulis Al Jazeera dalam pernyataannya. “Kami memperbarui seruan kepada komunitas internasional dan lembaga hukum untuk mengambil langkah-langkah praktis yang mendesak.”

Jaringan media itu menegaskan akan menempuh seluruh jalur hukum yang tersedia untuk menuntut para pelaku kejahatan. Meskipun menghadapi tekanan dan ancaman, Al Jazeera berkomitmen untuk terus meliput peristiwa di Jalur Gaza. “Kami berkomitmen untuk terus meliput peristiwa di Jalur Gaza meskipun ada upaya tentara pendudukan untuk membungkam suara kebenaran,” tegas pernyataan tersebut.

Sementara itu, militer Israel mengonfirmasi telah melakukan serangan yang menewaskan Ahmed Wishah. Seorang juru bicara militer Israel kepada AFP menuding Wishah sebagai “teroris Hamas”. Namun, hingga saat ini belum ada bukti yang diajukan untuk mendukung klaim tersebut. Juru bicara itu hanya menyatakan bahwa “akan ada pernyataan yang dikeluarkan dengan detail lebih lanjut”.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar